Thursday, 23 July 2015
Selama Lebaran Bank Indonesia Tetap Melayani Kliring
Semarang,
Perbankan tetap akan memberikan pelayanan kepada nasabah selama lebaran tahun ini. Ini sesuai dengan himbauan dari Bank Indonesia (BI), dimana perbankan tetap diwajibkan memaksimalkan layanan kepada nasabah. Bank Indonesia menetapkan pelayanan perbankan libur di tanggal 16 sampai dengan 20 Juli 2015.
Bank Indonesia menjamin ketersediaan uang tunai selama lebaran. Bagi masyarakat yang dalam rangka lebaran ini akan mengambil uang berapapun, Bank Indonesia senantiasa siap menyediakan uang tunai.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Semarang, Iskandar Simorangkir menyatakan, meski libur berlaku selama lima hari, namun Bank Indonesia tetap memberikan pelayanan terbatas. Khususnya untuk bagian kliring dan peredaran uang, pelayanan tetap buka selama liburan Lebaran.
Head of Business Banking Wilayah Semarang, Dedi Priambodo menerangkan, Bank BNI hanya meliburkan operasionalnya selama satu hari, yaitu pada tanggal 17 juli 2015 atau Hari Pertama Perayaan Idul Fitri.Bahkan mulai tanggal15 sampai 21 Juli 2015 akan ada 25 Outlet di area Jateng - DIY yang dioperasikan pada hari-hari libur Lebaran.Hal itu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, berupa transaksi setoran atau penarikan kas dalam rupiah, pemindahanbukuan antar rekening BNI termasuk pelayanan setoran Pertamina.
Tak hanya itu, Dedi juga mengatakan, BNI juga memberikan fasilitas kepada para pemudik melalui BNI layanan Gerak, yang ditempatkan 4 titik,yakni SPBU Sunggingan Boyolali Surakarta, RM Candisari Gombong Kebumen, Jalan Raya Tegal- Pemalang Km 7 ( Pring Sewu ) Pekalongan, dan jalan Raya Agli Kusumadya Kudus ( Areal Terminal ) Kudus.
Selain itu, selama masa Lebaran,BNI juga memberikan pelayanan di banking hall sebanyak 1.413 mein ATM BNI di wilayah Semarang, yang disiagakan selama 24 jam.
Untuk Layanan Operasional Terbatas akan dilakukan BNI 16 outlet, dengan memberikan pelayanan nasabah khusus di tanggal 16,18,20,21 Juli 2015. Ke-16 outlet tersebut ada di Cepu, Cilacap, Jepara, Karangayu, Kebumen, Magelang, Pati, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Slamet Riyadi Solo, Surakarta,Tegal, Yogyakarta, Purbalingga, dan Wonogiri.
Sedangkan untuk layanan weekend banking ada 4 outlet yang dibuka operasionalnya di kota Semarang dan Yogyakarta, dengan jam operasional setiap hari Sabtu & Minggu pukul 09 .00 sampai dengan 16.00 WIB.
Khusus pada tanggal 21 Juli terdapat penerimaan transaksi Kliring/ RTGS sesuai kalender operasional Bank Indonesia,sehingga BNI menambahkan outlet sebagai penyelenggara kliring, yaitu Purbalingga, Purworejo, Salatiga,dan Wonogiri.
Outlet BNI yang beroperasi pada saat weekend banking Yogyakarta danBNI Beringharjo Yogyakarta, Sedangkan untuk Semarang adalahBNI Jln Pemuda dan khusus BNI Perumpel III diJalan Coaster Semarang hanya beroperasi pada hari Sabtu saja.
Sementara itu BRI pada hari H lebaran tetap melayani pembayaran, khususnya penebusan Bahan Bakar Minyak ( BBM).
BRI Wilayah Semarang telah mempersiapkan outlet khusus yang akan melayani penebusan BBM, yang akan tetap dibuka selama masa libur Lebaran. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor BRI Wilayah Semarang,Kurnia Caerudin.
outlet khusus untuk melayani penebusan BBM akan buka di sepanjang jalur utama mudik lebaran. BRI akan memanfaatkan kantor kas, maupun cabang yang ada di wilayah jalur mudik.
Dijelaskan oleh Kurnia bahwa,jangan sampai ketika pemilik SPBU yang akan melakukan pencairan atau penebusan BBM mengalami kesulitan,karena akan berdampak terhadap distribusi. ****
Wednesday, 22 July 2015
Bisakah PNS Pemprov Jateng Bolos Dijerat Sanksi Tegas ?
Semarang,
Idul Fitri pada tahun ini membuat masa libur Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) tidak begitu panjang. Mereka hanya punya jatah libur selama enam hari saja, mulai terhitung paa hari Kamis ( 16/7) sampai hari Selasa ( 21/ 7 )
Cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah dinilai sudah memadai. Sehingga, tidak ada lagi alasan bagi aparatur sipil negara untuk memperpanjang libur.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PAN-RB ) Yuddy Chrismandi mengeluarkan peringatan bagi PNS agar pada tanggal 22 Juli 2015 seluruhnya kembali bekerja.
Menurut Yuddy, bahwa pemerintah sudah memberi kelonggaran bagi para PNS yang ingin mengambil cuti dekat-dekat lebaran. Cuti terebut bisa diambil sebelum lebaran. Namun setiap instansi harus mengatur dengan baik agar tidak seluruhnya mengambil cuti.
Krmentrian PAN-RB juga sudah menyiapkan sanksi lewat PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sanki nya berupa tegoran ringan, peringatan tertulis hingga pemecatan.
Menurut Yuddy bahwa, penggunaan mobil dinas untuk mudik. Pihaknya sudah menyampaikan bahwa kendaraan dinas yang melekat pada pejabat saja.
Yuddy juga mengakui pelanggaran kedua hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Kalau pegawai terbiasa dengan tindakan indisipliner bisa merembet ke hal lain.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) Jawa Tengah Arief Irwanto mengatakan, libur Lebaran dilaksanakan selama empat hari.Mulai tanggal 18 sampai dengan tanggal 21 Juli 2015. Artinya tidak ada hari libur sebelum lebaran. Menurut Arief,artinya sesuai dengan Surat Edaran yang dikirimkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi
Dalam aturan tersebut, lanjut Arief, diberlakukan sistim akumulasi. Jika dalam lima hari tidak masuk langsung dikenakan hukuman disiplin ringan dengan menggunakan tegoran lisan saja.
Jika ada yang ketahuan bolos kerja, langsung dikenakan PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.Dikatakan pula oleh Arief bahwa mengakui tren pegawai bolos dilingkungan Pemprov Jateng semakin berkurang. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan dari Gubenur Jawa Tengah memberikan tambahan penghasil pegawai (TPP ).*****
KP2KKN NILAI KEJATI JATENG CUMA MAINKAN 86 MENANGANI KASUS KORUPSI
Semarang,
Meski menyandang predikat terbaik pertama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, Kejaksaan Tinggij Jawa Tengah masih mempunyai belasan kasus yang belum terselesaikan. Bahkan, penanganan kasus-kasus korupsi tersebut kini diduga berhenti ditengah jalan alias mandek.
Selain 12 kasus korupsi yang dilangsung ditangani oleh Kejati Jateng, ada dua lagi yang Penyidikannya diduga juga berhenti. Penyidikan yang dimaksud adalah kasus di Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Semarang dan Cabang Kejari Pelabuhan Semarang.
Hal itu berdasarkan data yang berada di Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, terdapat 12 kasus korupsi yang menjadi pekerjaan rumah Kejati Jateng. KP2KKN menilai penanganan perkara itu semakin tidak jelas.
Menurut Eko juga usul agar Kejati Jateng melakukan supervisi dan koordinasi dengan Kejari. Guna mendorong para jaksa penyidik menyelesaikan dan mengutamakan kasus -kasus korupsi lama.
Dikatakan oleh Eko bahwa, dulu janji mau dituntaskan.Dan nyatanya kasus lama masih ditidurkan. Eko berharap,kasus-kasus lama jangan dimainkan 86 saja alias kondisikan. Semua harus diproses hingga persidangan.
Eko, banyaknya kasus mangkrak seharusnya bagus untuk membenahi kinerja mereka. Apalagi, jaksa dan penyidik Kejati Jateng banyak yang potensial. Pastinya, kalau Kejati Jateng punya komitmen kasus tersebut bisa diselesaikan.
Ketika dikonfirmasi dengan Kasi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Eko Suwarni menjelaskan, bahwa semua kasus korupsi yang masuk tetap dalam penanganan Tim masih bekerja sesuai peraturan yang ada.
Eko Suwarni mengaku penanganan kasus bisa berlangsung lama karena ada kekurangan bukti. Selain itu,terkadang,orang yang melapor faktanya ada,namun indikasi tidak ada atau sebaliknya.
Beberapa kasus yang penyidikannya terhenti adalah, korupsi proyek pembangunan gedung SMPN 42 kota Semarang,dugaan korupsi penyimpangan proyek pembangunan Pasar Kliwon Temanggung dan dugaan kosupsi pinjaman dana kas APBD Kabupaten Sragen.
Dijelaskan oleh Eko Suwarni bahwa penanganan masih berjalan sesuai hukum yang berlaku dan sesuai jam kerja. Tidak ada pekerjaan yang mandek. *******
Jalan Tembus Kartini Semarang Pengaspalan Berhenti Ada Apa?
Semarang,
Upaya Pemerintah Kota Semarang dengan membuatkan jalur alternatif dari Jalan Gajah Raya ke Medoho yang tembu s ke Jalan Kartini memang bagus sekali. Namun, ironisnya sekitar 500 meter jalan dari jembatan layang ke jalan Gajah Raya masih belum diaspal alias penuh bebatuhan dan kerikil-kerikil tajam.
Salah satu warga Sambirejo 1 yang bernama Ramelan mengatakan, dari jembatan Medoho sekitar 500 meter ke Jalan Gajah untuk segera diaspal. Ini pemerintah kota Semarang sepertinya cuek saja, padahal ini proyeknya juga besar. Mengapa cuma mengaspal sekitar 500 meter saja kok tidak mampu,
Proyek pengaspalan Jalan konon mandek tidak ada kelanjutan. Sementara ini sudah hampir satu tahun juga tidak ada kelanjutannya. Kondisi ini dikeluhkan banyak pengguna jalan yang sampai sekarang masih tidak nyaman untuk dilewati.
Dijelaskan pula oleh Ramelan bahwa, bukankah ini rencana yang matang dan bagus jalur alternatif. Jalan dibuatkan jembatan dan bisa ditembuskan ke Jalan Kartini, tetapi mengapa yang rusak tidak segera diaspal..
Senada diutarakan Juwita Rahma , warga dari RT 01/RW02 Sambirejo bahwa perbaikan dengan pengaspalan di jalur Medoho - Gajah memang perlu dilakukan. Karena i sepanjang jalan tersebut memang tidak rata dan hanya bebatuhan.
Ditambahkan, saat ini Jalan Sambirjo Raya juga rusak karena sering dilewati banyak kendaraan. Seandainya jalan sebelah di Jalan Medoho- Gajah Raya Semarang jalannya mulus mungkin akan banyak orang lewat dikawasan tersebut.
Akibatnya kawasan tersebut jalan masih rusak, repotnya kini justru banyak warga yang memilih belok ke Jalan Sambirejo Raya. *********
Thursday, 20 November 2014
Jalan Semarang Barat Sering Terjadi Kemacetan Panjang Sulit Diurai.
Semarang,
Kemacetan di ruas Jalan Mangkang Kota Semarang – Kendal karena ada pembetonan pemakai jalan gerah melihat kemacetan setiap hari. Dalam kemacetan jalan tersebut tidak bisa memprediksi jam-jam kemacetan terjadi.
Terkadang jam kerja justru lancer. Dampaknya lainnya tentunya adalah kemacetan di jalan alternative. Di beberapa jalan alternatif mrnuju Ngaliyan atau Manyaran juga padat merayap.
Berdasarkan pengamatannya, kemacetan karena pembetonan itu mulai terjadi sebulan terakhir. Dan paling parah, kemacetan terjadi hingga Kaliwungu ( Kendal ) beberapa waktu lalu. Namun, rata-rata kemacetan tiap hari cukup panjang. Kalau rata-rata, tiap hari macetnya mulai dari Jerakah hingga pasar Mangkang. Kurang lebih 5 kilometer tiap harinya.
Menurut pantauan di jalan di wilayah Jerakah Semarang Barat, ada beberapa puluh meter jalan yang hanya diurug tapi di sisi sebelahnya dibeton. Kemudian, pemecahan arus saat dibeton juga terkesan semrawut karena di tengah pembetonan kendaraan harus melintas zig-zag. Ada pekerjaan yang belum selesai ditinggal dan mengerjakan yang lain. Jalan Jerakah, tidak jadi-jadi. Kayaknya dari dulu segitu-gitu saja tidak ada perubahaan.
Jika pekerjaan jalan tidak segera diselesaikan, maka kemacetan akan semakin lama. Karena itu proses pekerjaan-pekerjaan jalan bisa selesai secepatnya.
Seharusnya kota Semarang perlu segera merealisasikan adanya outer ring road. Selama ini satu-satunya akses untuk angkutan barang hanya lewat jalur Kendal-Mangkang. Tidak ada jalur alternatif lainnya. Kalau macet kayak gitu jelasnya dampaknya pasti ke murid sekolah atau karyawan yang terjebak kemacetan berjam-jam.
Pekerjaan jalan Mangkang tepatnya di Tugu Semarang Barat, pas belokan makam. Pekerjaannya jalan agak ngawur. Pembetonan yang dilakukan tidak urut ruas melainkan melompat-lompat.
Titik yang dimaksudkan adanya ruas jalan di Jerakah dari arah Kendal, tepatnya di depan kantor PLN Jerakah. Ada pekerjaan yang sejak beberapa bulan lalu tidak ada perkembangan sama sekali.
Dalam kemacetan tersebut kadang-kadang ada petugas lalu lintas yang mengatur, bila jalan kemacetan panjang sekali dan menunggu terlalu lama peugas lalu lintas tidak tampak. Sering terjadi berebutan pemakai jalan dan juga sering terjadi adu jotus di jalan keluar tol Krapyak Semarang Barat.(**)
Tuesday, 18 November 2014
ORGANDA MELAKUKAN MOGOK PROTES BBM NAIK.
Indonesia terhenyak pada keputusan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, per pukul 00.00, Selasa ( 18/11). Rakyat memang bengkong saat menyaksikan Joko Widodo tampil di televesi dan mengumumkan harga baru bensin subsidi menjadi Rp 8.500,- dan solar subsidi menjadi Rp 7.500,-.
Wal hasil, sebelum kenaikan pun warga masyarakat masih terlihat tenang. Tidak ada antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU ), atau teriakan penolakan secara massif dari sejumlah elemen bangsa.
Beberapa jam sebelumnya, rakyat Indonesia masih percaya bahwa harga BBM bersubsidi baru akan naik beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian. Maklum, beberapa hari sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla masih menggeber informasi soal scenario kenaikan dan tida ada tanda-tanda harga bensin dan solar akan dinaikkan.
Baru setelah harga BBM bersubsidi benar-benar naik, dan kekagetan rakyat terhenti, mereka mulai bereaksi. Ada yang mengecam melalui berbagai aksi demonstrasi, ada yang rajin membuat status “ Salam Gigit Jari “ di media social, dan ancaman melakukan aksi mogok nasional dari organisasi angkutan daear ( Organda )
Upaya yang dilakukan banyak pihak itu, termasuk yang hendak dijalankan Organda pada hari ini Rabu, dimaksudkan agar pemerintah membantalkan harga. Mereka meminta presiden tetap memberlakukan harga sebelumnya, yakni bensin Rp 6.500 dan solar Rp 5.500
Mogok masal sekitar 200 ribu pekerja pembangunan rel Kereta Api ( KA ) gagal menekan pengusaha.. Saat itu, perusahaan Union Pacific dan Missouri Pacific Railroad tetap bisa melakukan pembangunan rel, mempekerjakan buruh di luar serikat pekerja yang beraksi.
Sebagaimana imbauan Ketua Organda pusat, setelah harga BBM naik dan mengacu hasil Mukernas DPP, mogok jalan angkutan umum akan dilakukan pada hari ini Rabu (19/11).
Efektifkan tekanan yang dilakukan Organda ? Dalam sejarah, hanya sangat sedikit aksi mogok kerja ( termasuk mogok jalan angkutan umum ) yang sukses menjadi alat penekan.
Mogok massal sejumlah pekerja transportasi di era modern, juga sering terjadi. Di antaranya, Pemogokan pilot Lufthansa pada bulan Oktober 2014 sebelumnya telah beberapa kali mogok yang berdampak pada pembatalan sekitar 1.500 penerbangan dan membuat sekitar 200 ribu penumpang telantar.
Lalu bagaimana bila sopir angkutan umum benar-benar mogok hari ini Rabu ( 19/11) ? Tentu banyak pihak akan mengalami kerugian ekonomi, termasuk pengusaha angkutan.
Di saat bersamaan, pemerintah bisa saja mengantisipasi telantarnya penumpang dengan mengerahkan sejumlah armada milik TNI, POLRI, Pemda, kampus dan sebagainya.
Meski begitu, dampak politik yang menjadi target pemogokan, belum tentu akan tercapai. Sebab, bisa saja Jokowi-Kalla akan cuek pada fakta ini dan tetap pada pendiriannya untuk memberlakukan harga baru BBM bersubsidi.
Bila demikian adanya, efektifkan mogok yang akan ditempuh sopir angkutan umum untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi ? .(*****)
Subscribe to:
Posts (Atom)






