INDENPRES MEDIA ISTANA

Friday, 2 April 2021

Keputusan Polisi Tembak Teroris di Mabes Polri Dinilai Tepat.

 

INDENPERS MEDIA ISTANA, JAKARTA--------Keputusan aparat polisi menembak mati teroris di Mabes Polri sudah tepat. Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji menjelaskan, prosedur tetap (Protap) objek vital, termasuk Mabes Polri, jika sesuatu dianggap membahayakan keamanan, tidak perlu tembakan peringatan.

"Tapi deadly shot (tembak mati). Ini berlaku universal. Tindakan ini sangat dibenarkan secara hukum," kata Indriyanto Seno Adji baru- baru ini.

Indriyanto menilai objek vital harus mendapat pengamanan ekstra. Tindakan tegas berbasis deadly shot merupakan peringatan tegas bagi teroris sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Ini menjadi sinyal bahwa teroris sebagai musuh publik yang tindakannya sebagai kejahatan kemanusiaan," ucap Indriyanto.

Hal senada juga dikatakan oleh Pakar hukum Petrus Selestinus. Teroris di Mabes Polri sangat membahayakan keselamatan, karena menodongkan senjata ke polisi. "Keputusan polisi menembak mati sudah tepat," ujar Petrus.

Petrus menjelaskan, Undang-Undang Kepolisian memberi wewenang kepada polisi bahwa dalam keadaan tertentu polisi dapat bertindak berdasarkan penilaian sendiri. Petrus yakin polisi sudah mempertimbangkan berbagai aspek, sebelum kemudian menembak mati teroris.

"Apalagi itu memenuhi unsur tindak pidana terorisme, antara lain melakukan aksi dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan ketakutan yang meluas dan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih eskalatif," ujar Petrus.

Menurutnya, teroris lainnya tidak peduli tindakan polisi menembak mati teroris di Mabes Polri sebagai peringatan atau bukan. Sebab penyerangan di Mabes Polri kemarin sudah menyangkut perjuangan ideologi dengan iming-iming surga.

"Ada dua tujuan bagi pelaku lapangan. Pertama, tindakannya harus memiliki efek menakutkan dan menggemparkan. Kedua, dia harus mati di tempat karena akan masuk surga," ucap Petrus.

Mengingat sebentar lagi Paskah, Bulan Ramadan, dan Idulfitri, Petrus pun mendorong pengamanan fasilitas umum dan obyek vital semakin ketat. "Pada masa-masa rawan ini perlu ditingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan nasional," kata Petrus

"Yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku alone wolf yang berideologi radikal ISIS. Ini dibuktikan dari postingan yang bersangkutan di sosial media," kata Listyo. (RZ/Wk 0***

Thursday, 1 April 2021

Kapolri Ungkap Isi Map Kuning Yang Dibawa Penyerang Mabes Polri.

INDENPERS MEDIA ISTANA, JAKARTA--------Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan terduga teroris penyerang Mabes Polri, ZA membawa map kuning berisi amplop . Kapolri mengungkap bahwa ZA sempat mengunggah bendera ISIS di Instagram-nya.

“Kemudian dari hasil pendalaman dan penggeledahan kita dapatkan beberapa temuan, terkait dengan barang yang dibawa, mungkin rekan-rekan tadi lihat yang bersangkutan membawa map kuning dan di dalamnya amplop bertuliskan kata-kata tertentu dan kemudian yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait dengan masalah bagaimana perjuangannya,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kapolri mengatakan dari hasil penyelidikan, Polisi juga menemukan surat wasiat saat menggeledah rumah ZA di Ciracas, Jakarta Timur. Kini tim Densus 88 Polri sedang menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terkait penyerangan tersebut.

“Kita temukan juga pada saat penggeledahan di rumahnya surat wasiat dan kata-kata di WA Group keluarga bahwa yang bersangkutan akan pamit jadi. Saya sudah perintahkan kepada Kadensus untuk mendalami dan mengusut terhadap kemungkinan adanya jaringan dari tersangka ini,” ujar Sigit.

Kapolri Sigit mengatakan penyerangan Mabes Polri termasuk kategori lone wolf karena beraksi sendirian. Kapolri meyakini ZA terafiliasi dengan kelompok ISIS.

“Maka yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS, yang dibuktikan dengan posting-an yang bersangkutan di social media,” tutur Kapolri.(RZ/WK)***

Tiga Kemiripan Pola Pesan Surat Wasiat Lukman dan Zakiah Aini.

INDENPERS MEDIA ISTANA,  JAKARTA-------Zakiah Aini (26), pelaku penyerangan di  Polri, menulis surat wasiat untuk keluarganya. Pesan yang disampaikan Zakiah Aini memiliki pola yang mirip dengan surat wasiat milik Lukman (26), pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Surat milik Lukman beredar di medsos usai ia dan istrinya melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Surat wasiat yang beredar itu dibenarkan polisi sebagai milik pelaku.

"Iya (surat wasiat beredar di media sosial benar milik Lukman)," singkat Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan.

Menurut Zulpan, surat wasiat tersebut diamankan polisi saat penggerebekan di rumah kontrakan Lukman dan rumah ibu Lukman di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, baru-baru ini.

Dalam surat wasiat yang beredar, Lukman secara khusus meminta maaf kepada ibunya. Dia mengatakan telah memilih menjadi bomber.

Selain itu, Lukman berpesan kepada sang ibu untuk menghindari riba, tidak meminjam uang di bank. Selanjutnya Lukman mengaku menitipkan sejumlah uang buat sang ibu.

Lukman juga berpesan kepada sejumlah saudara kandungnya agar memaafkan kesalahan Lukman. Dia juga meminta ke saudara kandungnya untuk menjaga sang ibu dan jangan malas salat.

Surat wasiat Lukman ini memiliki pola yang mirip dengan surat yang ditinggalkan penyerang Mabes Polri, Zakia Aini.

Dalam surat wasiat itu, Zakiah Aini meminta maaf telah mengambil keputusan yang menurutnya adalah 'jalan rasul'.

"Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat," demikian tulisan Zakiah pada dua lembar surat wasiat.

Selain itu, Zakiah juga meminta keluarganya untuk berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridhoi Allah.

"Pesan Zakiah untuk Mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah. Pesan berikutnya agar Mama berhenti bekerja menjadi Dawis yang membantu kepentingan pemerintah thogut," katanya.

Zakiah Aini juga meminta keluarganya untuk tidak ikut dalam pemilu. Zakiah juga meminta kakaknya menjaga ibunya dan mengingatkan jangan meninggalkan salat lima waktu.

Kemiripan pola surat Lukman dan Zakiah Aini terletak pada permintaan maaf kepada keluarga, pesan menjauhi uang bank dan pesan jangan lupa meninggalkan salat.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). Orang tak dikenal masuk ke Mabes Polri, menodongkan senjata api, hingga akhirnya ditembak mati di lokasi.(RZ/WK )***

Mabes Polri Diserang, Jokowi Minta Panglima TNI- BIN Tingkatkan Waspada.

INDENPERS MEDIA ISTANA, JAKARTA-----Mabes Polri, Jakarta diserang kemarin. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Saya juga telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Jokowi dalam video yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Kamis (1/4/2021).

Jokowi menegaskan, tidak ada tempat bagi terorisme di Indonesia.

"Saya tegaskan sekali lagi tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air," katanya.

Jokowi sebelumnya juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. Dia meminta warga untuk tetap waspada dan bersatu melawan terorisme.

"Tapi tetap waspada dan menjaga persatuan dan kita semuanya bersatu melawan terorisme," ujar Jokowi.

Seperti diketahui, Zakiah Aini, yang berusia 25 tahun, menyerang Mabes Polri kemarin sore. Dia sempat melepaskan enam kali tembakan dalam tiga kesempatan.

Dua kali tembakan dilepaskan ke petugas di dalam pos jaga. Dua tembakan lagi dilepaskan ke petugas di luar pos jaga.

Atas hal itu, polisi menembak Zakiah Aini di lokasi. Zakiah Aini dinyatakan tewas tertembak di dada.

Zakiah Aini beraksi sendirian saat menyerang Mabes Polri. Dia disebut berideologi ISIS.(RZ/WK )**"

Minta Masyarakat Tetap Tenang, Jokowi ; Tak Ada Tempat bagi Terorisme di Tanah Air.

INDENPERS MEDIA ISTANA, JAKARTA---------Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan atas aksi teror yang terjadi di Mabes Polri. Dia meminta agar masyarakat tetap tenang.

“Terkait dengan terjadinya aksi terorisme, kemarin sore di Mabes Polri. Saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh Tanah Air agar semuanya tetap tenang,” katanya, Kamis (1/4/2021).

Dia juga meminta masyarakat tetap waspada dan tetap menjaga persatuan.

“Tapi juga waspada dan menjaga persatuan. Dan kita semua bersatu melawan terorisme,” lanjutnya. 

Jokowi juga telah memerintahkan jajarannnya untuk meningkatkan kewaspadaannya. “Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk meningkatkan kewaspadaan,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Negara juga kembali menegaskan tak ada tempat bagi terorisme di Indonesia.

Moeldoko: Tak Ada Tempat Bersembunyi bagi Pelaku Terorisme di Indonesia

“Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air,” pungkasnya.(RZ/WK )***

Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 12 April 2021.


INDENPERS MEDIA ISTANA---------Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 1442 H pada 12 April 2021.

Karena masih pandemi Covid-19, dia menuturkan sidang Isbat dalam menentukan awal Ramadan kali ini sebagian dilakukan secara daring, sebagian lagi secara langsung.

"Karena masih pandemi, sidang akan kembali digelar secara daring dan luring (luar jaringan) dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkap Kamaruddin.

Dia juga menuturkan, dalam melihat hilal untuk menentukan awal Ramadan, dilakukan Rukyatul Hilal di 86 titik di seluruh Indonesia

Di Jakarta, Rukyatul Hilal antara lain akan dilaksanakan di gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Kepulauan Seribu, Masjid KH Hasyim Asy'ari, dan Masjid Al Musyari'in Basmol," kata Kamaruddin.

Menurut dia, sidang Isbat akan dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kemenang juga melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama, Dubes negara sahabat, perwakilan ormas, LAPAN, BMKG, dan undangan lainnya.

"Kami juga mengundang pimpinan MUI dan Komisi VIII untuk hadir dalam sidang," jelas Kamaruddin.

Terapkan Protokol Kesehatan

Direktur Urusan Agama Islam Agus Salim memastikan sidang Isbat awal Ramadan 1442 H akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Lokasi sidang akan disemprot lebih dahulu dengan disinfektan.

Selain itu, peserta terbatas yang diundang hadir juga akan dilakukan pembatasan jarak, pemindaian suhu tubuh, dan wajib mengenakan masker. Sidang Isbat akan disiarkan oleh TVRI dan media sosial Kementerian Agama.

Sidang Isbat akan dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1442 H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag. Sesi ini akan dimulai pukul 16.45 WIB dan disiarkan langsung.

"Tahap kedua, sidang isbat awal Ramadan yang akan digelar setelah Salat Magrib. Tahap ini digelar secara tertutup. Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat oleh Menteri Agamayang akan disiarkan TVRI dan Medsos Kemenag," kata Agus.(RZ/WK )****

Moeldoko; Tak Ada Tempat Bersembunyi bagi Pelaku Terorisme di Indonesia.

INDENPERS MEDIA ISTANA, JAKARTA-------Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air. Dia mengatakan Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk saling berkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan.

"Hal demikian dilakukan untuk menjamin bahwa negara hadir untuk memastikan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari rasa takut," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2021).

Moeldoko menyebut pemerintah telah memiliki perangkat hukum dan strategi yang lengkap untuk membongkar sel teror hingga ke akar-akarnya. Termasuk melalui metode hard approach.

"Jadi, tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia, seluruhnya akan dibongkar. Upaya penegakan hukum akan dilaksanakan dengan tegas, adil dan seefektif mungkin," katanya.

Mantan Panglima TNI ini mengungkapkan bahwa terorisme adalah musuh bersama seluruh rakyat Indonesia. Dia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk saling menjaga satu sama lain, tetap waspada dan tenang. Termasuk juga membantu aparat penegak hukum jika memiliki informasi maupun keterangan terkait aksi terorisme belakangan ini.

Moeldoko juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme nyata dan berbahaya. Sehingga sudah seharusnya opini konspirasi yang tak berdasar dihentikan.

Moeldoko: Tak Ada Tempat Bersembunyi bagi Pelaku Terorisme di Indonesia

Pastikan Bongkar Sel Teror, Moeldoko: Hentikan Opini Konspirasi Tidak Berdasar

"Ancaman terorisme adalah nyata, dekat, dan berbahaya. Sehingga diimbau untuk menghentikan opini-opini konspirasi yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab dan justru memperkeruh situasi," katanya.(RZ/WK)***