INDENPRES MEDIA ISTANA

Wednesday, 29 July 2020

Wamen BUMN Ingin Ada 'Peluru' Lagi dari Sri Mulyani.

Jakarta, ( INDENPERS-MEDIA)-----Realisasi penyaluran kredit oleh Bank Himbara dari penempatan dana pemerintah yang sebesar Rp 30 triliun, telah tersalurkan kredit sebesar Rp 43,5 triliun per 22 Juli 2020. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo berharap ada dana tambahan penempatan lagi dari pemerintah.

Seperti diketahui, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 78,8 triliun untuk ditempatkan di perbankan.

Sejak awal bulan Juli 2020, pemerintah sudah menempatkan dananya sebesar Rp 30 triliun kepada empat Bank Himbara (Bank Mandiri Mandiri, BRI, BNI, dan BTN).

Di mana Bank Mandiri dapat Rp 10 triliun, BRI Rp 10 triliun, sementara Rp 10 triliun sisanya dibagi masing-masing untuk BTN dan BNI Rp 5 triliun.

Kemudian, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan pemerintah berencana untuk menempatkan dananya sebesar Rp 20 triliun di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Sejauh ini, 5 BPD telah mendapatkan pendanaan dengan jumlah yang bervariasi. Di antaranya Bank Jawa Barat Rp 2,5 triliun, Bank DKI Rp 2 triliun, Bank Jawa Tengah Rp 2 triliun, Bank Jawa Timur Rp 2 triliun, Bank Sulawesi dan Gorontalo Rp 1 triliun.

Sementara, dua BPD lainnya yakni BPD Bali dan BPD Yogyakarta masih dilakukan pengkajian, yang rencananya pemerintah akan menempatkan dananya kepada dua BPD tersebut dengan nilai masing-masing Rp 1 triliun. Dan pemerintah masih menyisakan anggaran Rp 8,5 triliun untuk ditempatkan di BPD.

Secara keseluruhan dari total anggaran pemerintah yang akan ditempatkan kepada perbankan kini masih ada tersisa Rp 28,8 triliun agar dananya bisa ditempatkan di perbankan.

Melihat realisasi yang ada sekarang, Tiko optimistis Himbara bisa mendapatkan target dengan ekspansi kredit hingga Rp 90 triliun. Pun jika sudah tercapai, kata Tiko Himbara berencana untuk meminta dana penempatan lagi dari pemerintah, namun dia tidak merinci berapa jumlah yang diminta.

"Kalau nanti skala leverage yang diminta Kementerian Keuangan yaitu Rp 90 triliun tercapai, kami tentu akan berharap akan ada tambahan penempatan dana lagi, sehingga kami ada peluru untuk semakin agresif menyalurkan kredit baru," ucapnya.

Sri Mulyani Beberkan Ketidakpastian di 2021. Suatu Tantangan.

Jakarta, ( INDENPERS-MEDIA )-----Pandemi Covid-19 masih akan terasa efeknya hingga 2021. Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah untuk menetapkan RUU APBN dan Nota Keuangan 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sederet ketidakpastian yang masih akan tinggi di tahun 2021 nanti.

"Satu, mengenai kecepatan dan kemungkinan penanganan covid di seluruh dunia. Yakni pengendalian covid apakah benar-benar bisa terkendali menjadi mendatar atau menurun," tegas Sri Mulyani usai Ratas dengan Presiden Jokowi, baru-baru ini.

Dan kemudian, menurut Sri Mulyani, munculnya vaksin untuk covid-19 ini, akan sangat menentukan langkah dan pola pemulihan tahun 2021.

"Yang kedua, yang mempengaruhi juga proyeksi tahun depan adalah global economic recovery. Recovery atau pemulihan ekonomi global ini juga sangat tidak pasti akibat covid lagi."

"Saat ini beberapa lembaga internasional perkirakan pemulihan ekonomi akan cukup cepat untuk tahun depan. Dengan asumsi tahun ini menurunnya sangat tajam, namun kita melihat bahwa lembaga-lembaga tersebut terus menerus melakukan revisi pemulihan ekonomi 2020-2021," katanya.

Sehingga pemulihan ekonomi dunia, sambungnya juga diperkirakan masih tidak pasti. "Bisa strong rebound, bisa sifatnya moderate."

Yang ketiga, lanjut Sri Mulyani yang mempengaruhi juga adalah ekonomi RI sendiri. Di mana pemulihannya sangat tergantung pada penanganan covid terutama pada semester II-2020.

"Kalau penanganannya efektif, dan berjalan seiring dengan pembukaan aktivitas ekonomi, maka kondisi ekonomi bisa recover pada kuartal III-2020 dengan positive growth 0,4 persen dan pada kuartal IV akan akselerasi ke 3 persen. Kalau itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi kita secara seluruh tahun (2020) akan bisa tetap di zona positif."

"Inilah yang sedang terus diupayakan oleh pemerintah untuk tekankan kepada semua menteri dan pemda agar kita tetap berada di skenario di mana pemulihan ekonomi tetap bisa berjalan pada zona positif di kuartal 3 antara 0-0,4 dan kuartal IV pada zona positif lebih tinggi antara 2-3 persen. Sehingga total perekonomian kita masih bisa tumbuh positif di atas nol persen untuk tahun 2020 ini."
(RZ/WK )***

Kecamatan Merbau Mataram Terkesan Membela Oknum Kadus Yang Memakai Ijazah Orang Lain. Ada Apa Ya ?

Lampung Selatan ( INDENPERS-MEDIA )-----Persoalan tiga oknum kepala Dusun Desa Karang Raja diduga memakai ijaazah orang lain yang saat ini viral di Medsos tak ayal mendapat tanggapan masyarakat dan bebagai pihak.

 Edi Suryadi SH salah satu tokoh LSM TOPAN RI menyayangkan sikap Kecamatan Merbau Mataram yang kurang tegas bahkan menurut nya Pihak Kecamatan terkesan berpihak kepada kepentingan yang salah.

"Seharusnya pihak Kecamatan mengambila langkah segera berkoordinasi dengan BPD untuk memberhentikan oknum kepala dusun yang memakai ijasah orang lain tersebut agar semua persoalan selesai, bukan nya merekayasa dan mendorong Kadus  membuat surat pernyataan. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Biar dibuat tiga atau empat kali surat pernyataan semua masyarakat tahu kok  siapa kadus nya" jelas Edi Suryadi ketika dimintai tanggapan oleh media ini baru-baru ini.

Sebelum nya diperoleh keterangan dari Camat Merbau Mataram Heri Purnomo  melalui Handoyo Susilo PLt Kasi Pemerintahan bahwa dirinya sempat turun dan meminta tiga orang oknum kadus di desa Karang Raja untuk membuat surat pernyataan yang isi surat pernyataan nya bahwa mereka bukan kadus.

Beberapa warga yang berhasil mintai keterangan nya oleh media ini diantara nya Samsudin, Maliki warga Talang Maenal mengakui dan mengetahui bahwa kadus mereka bernama HERI RAHMAN. Sementara menurut mereka untuk menjadi kadus Her Rahman memakai ijasah Putra nya M. Ardiansyah.
Hal ini di pertegas oleh pengakuan istri Heri Rahman, istrinya mengakui bahwa suaminya merupakan Kadus Talang maenal.

Sama hal nya dengan kasus Catihan dua sepengetahuan warga bernama Idris dan dedi yang merupakan tetangga sdr ADE, mereka menjelaskan bahwa kadus Catihan dua itu bernama Ade , bukan Aris yang tertulis di Absen desa. Tetapi memang Ade menjadi kadus dengan memakai ijazah Aris sebagai persyaratan. Yang sempat meninbulkan permasalah ketika Ade menerima gaji, si Aris pemilik ijazah yang semula akan diberi setengah dari gaji nya namun oleh Ade hanya diberi seratus tujuh puluh lima ribu.

Sama halnya dengan kadus Trimulyo satu Abdul Gani untuk persyaratan menjadi kadus ternyata memakai ijazah Diana sari ( saudara kandung nya ).
Ini yang membuat masyarakat Trimulyo senyum- senyum saat diminta keterangan karna mereka tahu Diana sari itu perempuan tapi yang mereka tahu Abdul Gani selaku kadus nya adalah laki- laki. Dan menurut warga sekitar Diana sari tak mungkin jadi kadus di Trimulyo satu sebab domisilinya di Dusun Salam rejo.

Abdul Gani selaku kadus Trimulyo satu pun diakui oleh Sdr Hendri ( saudara kandung Abdul Gani ).
Menurut Hendri Abdul Gani memang kadus Trimulyo satu. Tapi menurut Hendri siapa pun yang akan mempermasalahkan Abdul Gani sebagai kasud, dirinya akan membela karna Abdul Gani merupakan saudara kandung nya." Benar bang, Abdul gani itu Kadus Trimulyo satu, tapi siapa pun yang akan mempermasalahkan dia, saya akan bela Abdul Gani, karna itu saudara kandung ku" ancam Hendri.
( SA/RZ/WK )***

Gibran Tanggapi Nama Dirinya Masuk dalam Broadcast Foto Rekomendasi.

Solo. ( INDENPERS-MEDIA )-------Gibran Rakabuming Raka buka suara soal nama dirinya yang masuk dalam foto daftar rekomendasi yang beredar.

Dalam foto rekomendasi tersebut ada daftar nama Gibran Rakabuming Raka berpasangan dengan Teguh Prakosa.

Berkaitan dengan beredarnya foto tersebut, Gibran Rakabuming Raka tidak banyak memberikan tanggapan.

Gibran juga tidak menjawab dengan tegas soal rekomendasi itu.

"Saya mohon doanya aja agar semua dilancarkan," kata dia, belum lama ini.

"Matur nuwun" tambahnya.

Menanggapi kabar yang beredar tentang pengumuman rekomendasi tersebut, Jubir Relawan Kagege Imelda Yuniati mengatakan, apapun hasilnya dia akan tetap memberikan dukungan pada Gibran Rakabuming Raka.

"Kalau ditanya kami tetap yakin mas Gibran yang dapat rekomendasinya," papar Imelda, belum lama ini.

Namun, dirinya sendiri juga belum mengetahui dan belum mendapatkan kabar terkait Rekomendasi dan lain sebagainya.

"Kami ini relawan, jadi tentu tidak mengetahui soal rekomendasi tersebut," jelas dia.

Pihaknya menyatakan, apapun hasilnya dari rekomendasi pihaknya tetap menyatakan mendukung Gibran Rakabuming Raka.

"Kami belum dapat kabar, besok atau kapan pengumuman rekomendasinya," papar Imelda.

Kagege sendiri sampai saat ini terus melakukan kegiatan untuk mendukung Gibran Rakabuming Raka.

Kegiatan sosial kemanusiaan dan membantu penanganan Covid-19.

"Intinya tetap dukung mas Gibran," tegasnya. ( RZ/WK )***

Kantor OJK Semarang yang Roboh Itu Istana Balekambang Gergaji Peninggalan Oei Tiong Ham. Pertanda Apa Ya ?

Semarang. ( INDENPERS-MEDIA )----Bagian depan gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng-DIY di Jalan Kyai Saleh, Semarang, roboh baru-baru ini.

Bangunan yang roboh itu merupakan ruang resepsionis dan ruang kepala Kantor OJK.

Tukang pun segera didatangkan untuk merenovasi.

Ternyata pilar-pilar yang masih utuh sudah tak sanggup menahan beban sehingga bangunan itu pun runtuh.

Bagian depan Kantor OJK Kanwil Regional 3 Jateng-DIY di Jalan Kyai Saleh Semarang direnovasi sebelum roboh. Bangunan ini sudah dikosongkan tiga hari menyusul kondisi pilar yang memprihatinkan. (IST)

Perlu diketahui, kantor OJK ini merupakan bangunan kuno yang bersejarah.

Gedung ini merupakan peninggalan pengusaha Oei Tiong Ham, konglomerat pertama di Asia Tenggara yang berjaya pada tahun 1920-an atau masa Hindia Belanda.

Oei Tiong Ham yang lahir pada 1866-1924  memulai usaha setelah mewarisi perusahaan milik ayahnya, Oei Tjie Sien.

Semula total harta dan aset yang dia terima 17,5 juta gulden.

Berkat keuletannya, nilainya berkembang menjadi sekitar 200 juta gulden yang membuatnya menjadi orang terkaya di Hindia Belanda.

Bahkan dia juga menjadi konglomerat pertama di Asia Tenggara berjuluk Raja Gula.

Oei Tiong Ham kemudian mendirikan bangunan megah bak istana di kawasan Gergaji, Semarang, dilengkapi taman.

Warga sekitar biasa menyebut bangunan ini Istana Balekambang atau Istana Gergaji.
Istana Balekambang atau Istana Gergaji milik Oei Tiong Ham
Istana Balekambang atau Istana Gergaji milik Oei Tiong Ham. Tampak di kejauhan Bukit Siranda.  (LEIDEN UNIVERSITY LIBRARIES/KITLV)

Kompleks istana yang dahulu seluas 81 hektar tinggal sekitar 8.000 meter persegi tempat bangunan itu berada.

Sisanya telah menjadi perkantoran dan permukiman penduduk.

Bagian dari lahan milik Oei Tiong Ham kini menjadi perkampungan, kompleks Polda Jawa Tengah, kantor Gubernur Jawa Tengah, DPRD Jawa Tengah, kampus Universitas Diponegoro Pleburan, pusat perkantoran di Jalan Pandanaran hingga ke dekat Kampung Kali. (RZ/WK )***

Tuesday, 28 July 2020

Presiden Jokowi: Kita tidak boleh melupakan agenda besar dan strategis.

Jakarta ( INDENPERS-MEDIA )------Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan kepada seluruh jajaran kabinetnya agar tidak melupakan agenda-agenda besar strategis di tengah upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi pandemi COVID-19.

"Saya ingin menekankan lagi walau kita menghadapi situasi sulit, kita tidak boleh melupakan agenda-agenda besar, agenda-agenda strategis besar bangsa kita," kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas tentang Rancangan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Presiden Jokowi mengatakan agenda besar strategis tidak boleh dilupakan terutama yang berkaitan dengan langkah Indonesia untuk bisa keluar dari jerat pendapatan menengah atau middle income trap.

"Kita semua tahu, Indonesia telah masuk meraih predikat sebagai aktor middle income country. Namun kita tahu tantangan untuk keluar dari middle income trap ini masih besar dan panjang," ujar Presiden Jokowi.

Dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengingatkan Indonesia memiliki peluang besar untuk naik status menjadi negara berpendapatan tinggi dengan beberapa syarat.

Salah satu syaratnya adalah keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif, dan kompetitif. (RZ/WK )***

Jokowi Sebut Ekonomi RI Bakal Cepat Pulih Setelah China.

Jakarta, ( INDENPERS-MEDIA )------Perekonomian Indonesia diproyeksikan sejumlah lembaga keuangan internasional menjadi salah satu negara dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah China pascapandemi Covid-19.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan Rancangan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

"Indonesia diproyeksikan masuk ke kelompok pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok (China). Ini juga kalau proyeksi ini benar, patut kita syukuri," kata Jokowi, Selasa (28/7/2020).

Meski demikian, eks Wali Kota Solo itu menegaskan Indonesia tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Sebab, berbagai kemungkinan masih terjadi tak terkecuali risiko adanya gelombang kedua Covid-19.

"Kita harus tetap waspada kemungkinan dan antisipasi kita terhadap risiko terjadinya gelombang kedua dan masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di 2021," ujar Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan situasi global saat ini masih dinamis dan penuh ketidakpastian. Pemerintah perlu mempersiapkan berbagai kemungkinan yang terjadi apabila ada hal-hal yang diinginkan. ( RZ/WK )***