INDENPRES MEDIA ISTANA

Wednesday, 27 May 2020

Dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP ) kecamatan Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat , yang telah dikembalikan oleh tiga oknum Polisi Lampung Barat.

Bandar Negeri Suoh.------Dana Simpan Pinjam Perempuan  (SPP ) kecamatan Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat , yang telah dikembalikan oleh tiga oknum Polisi Lampung Barat sebanyak 185 juta diduga tidak dikembalikan oleh ketua SPP Kecamatan Bandar Negeri Suoh insial JN , kepada UPK Kecamatan .

Sebelumnya ' diberitakan adanya dugaan Tiga oknum Polisi Lampung Barat gelapkan Dana SPP 185 juta dengan dalih untuk Barang bukti .

"Dari informasi yang didapat salah satu media online ,dana 185 juta milik Simpan Pinjam Perempuan kecamatan Bandar Negeri Suoh , telah dikembalikan kepada JN selaku Ketua SPP Bandar Negeri Suoh, minggu lalu. 

Sementara ' dana yang telah dikembalikan ,diduga digelapkan oleh oknum Ketua SPP ,inisial JN dan belum dikemblikan kepada UPK setempat .

Ironisnya ' pertanyaan yang diberikan oleh awak Media kepada JN tidak dijawab ' melainkan pihak lain yang memberikan keterangan kepada awak media ,
Yang diketahui seorang pejabat Dewan di kabupaten Lampung Barat .

"dasar pengembalian dana dari oknum polisi.dana lngsung di mskukan ke rekening UPK di bank mandiri, uang itu adalah uang hibah.dan di kelola utk klompok-kelompok dan ada laporan pertanggung jawabannya.kl anda ingin mempersalahkan dana2 spp di tiap2 kecmatan yg saat ini macet

Lanjutnya " sy tidak akn memberi keterangan, anda sdh terlalu mendekte.maaf.jgn memperkeruh suasana.kmren kami sdh dr polda.dan sdh selesai.sekarang mash ada covid 19.ungkapnya 

karna sy tau alur tentang uang itu.dan yg bertanggung jwab tentang uang itu adlh pengurus upk.tp yg jls sy sbgai wakil msyarakt.saat ini tau uang itu sdh kembali ke pengurus upk
yg jls malh ini sdh selesai.setelah kami dr polda tempo hari tadi sudah sampaikan konfirmasi ke Paminal Polda .ungkap Sugeng ( anggota Dewan Lampung Barat/ SA/RZ/WK )***

Selama Ramadhan 2020, Polda Jateng Telah Putar Balik 5.300 Kendaraan dari Arah Jakarta.

Semarang. JawaPolda Jateng secara resmi memberlakukan penyekatan arus lalu lintas menuju ke arah Jakarta, baru-baru ini.
Namun sebelum pemberlakuan tersebut, Polda Jateng telah memutar balik kendaraan sejumlah 5.300 kendaraan baik melintas di tol maupun di jalur dalam kota.
"Sebelum lebaran selama 31 hari telah putar balik ribuan kendaraan yang melintas di Jateng menuju Jakarta," terang Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat.

Menurut Dirlantas, kendaraan yang diputar balik lantaran tidak mampu menunjukkan dokumen kesehatan atau surat izin lain seperti surat izin keluar masuk Jakarta (SKIM) yang dikeluarkan dari Pemrov DKI Jakarta.
"Jika pengendara mampu menunjukan surat itu maka akan diberi kelonggaran untuk melintas dengan catatan kondisi fisik sehat," katanya

Dijelaskan Arman, pihaknya melakukan penyekatan tidak hanya fokus di jalur tol maupun jalur dalam Kota.
Melainkan juga memantau arus kendaraan di titik-titik jalur alternatif dan jalur tikus.
Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan antara jalur tol dengan jalur alternatif semua terdapat petugas yang melakukan penyekatan.
"Kami siagakan petugas di jalur alternatif dan jalur tikus sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona," jelasnya.

Arman menegaskan, penyekatan arus lalu lintas tidak hanya dilakukan di Polda Jateng.
Jadi semisal terdapat kendaraan bisa melewati pos penyekatan maka mereka akan melewati pos penyekatan lainnya di daerah Jawa barat.
"Pos penyekatan ini berlapis-lapis, semisal kalau di Kalilangkung lewat nanti ada pos penyekatan di Cikampek, Karawang, Cikarang dan lainnya," tegasnya. (RZ/WK )***

Mulai Hari ini, Jokowi Sebar TNI-Polri Disiplinkan Warga +62.

Jakarta.-----Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, mulai hari ini, prajurit TNI dan anggota Polri akan disebar ke titik-titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan. Hal itu merupakan bagian dari kesiapan prosedur tatanan baru atau new normal di sarana publik. Demikian disampaikan Jokowi, baru-baru ini.

"Sebagai kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik, mulai hari ini para anggota TNI dan Polri akan disebar ke titik-titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi meninjau salah satu sarana publik di Jakarta, yaitu Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia, aru-baru . Turut mendampingi Jokowi antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

"Masyarakat yang memasuki titik-titik keramaian seperti mal, pasar, atau stasiun harus lebih disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan tersebut," kata Jokowi.

"Pelaksanaan pendisiplinan masyarakat ini tidak hanya digelar di Jakarta, tapi pada 1.800 obyek di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan new normal di tengah pandemi Covid-19 masih sebatas wacana. Demikian disampaikan Mahfud dalam acara Halal bi Halal IKA UNS yang disiarkan di kanal Youtube Universitas Negeri Sebelas Maret, baru-baru ini.

"Sekarang ini pemerintah, saya katakan sebagai Menko Polhukam, ada wacana, belum keputusan wacana bagaimana tentang new normal ini," kata Mahfud saat memberikan sambutan.

Menurut dia, ada tiga jenis pemodelan matematis terkait penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu. Ketiga model itu diajukan oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, hingga Kantor Staf Presiden.

"Dan ketemu semua. Oh ini ada penurunan kalau ada pembatasan gerakan. Semua bisa diitung, Jakarta kan sekarang 0,9, tapi di sisi lain ada yang tinggi sekali seperti di Gorontalo, di Jatim," kata Mahfud.

Ia menyatakan, saat ini pemerintah sedang berpikir bagaimana masyarakat tetap hidup normal dengan fakta virus corona masih berada di tengah-tengah masyarakat.

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini pun tak menampik bila wacana new normal itu diperdebatkan oleh banyak pihak. Mahfud menilai wajar bila wacana tersebut masih menjadi perdebatan di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan, Mahfud mencontohkan bahwa sesama dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masih berbeda pendapat terkait wacana tersebut.

"Bagaimana yang terbaik? Mari kita diskusikan. Belum ada keputusan apapun soal itu, semua masih wacana dan kontroversi masih ada. Tapi kita harus hadapi itu," kata Mahfud. (RZ.WK )***

Mahfud Minta KSAL Jamin Keamanan Aktivitas Nelayan di Natuna.

Jakarta.------Menko Polhukam Mahfud Md menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo di kantornya. Dalam pertemuan tersebut, Mahfud meminta KSAL memberikan perhatian khusus kepada para nelayan di Natuna, Kepulauan Riau.
"Saya berpesan agar TNI AL memperhatikan keamanan aktivitas nelayan-nelayan kita di Natuna, dan agar KSAL baru terus mencari terobosan dan kreativitas dalam upaya mempertahankan kedaulatan di laut," kata Mahfud, baru-bru ini

"Di tengah keterbatasan sumber daya yang tidak ideal, sungguh butuh pengabdian tinggi untuk dapat menjaga kedaulatan di udara. Harapan saya TNI AU tetap menjaga daya juang," ujarnya.

Menko Polhukam Mahfud dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo (Foto: dok. Kemko Polhukam)
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Dengan demikian, pucuk pimpinan TNI AL dan TNI AU resmi berganti.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (20/5). Protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19) diberlakukan dalam proses pelantikan.

Yudo dan Fadjar diangkat sebagai KSAL dan KSAU berdasarkan Keppres Nomor 32 dan 33 TNI Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut serta Kepala Staf Angkatan Udara dan Keppres Nomor 34 dan 35 TNI Tahun 2020 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Tinggi TNI. Lewat Keppres Nomor 34 dan 35 TNI Tahun 2020, Yudo resmi berpangkat laksamana TNI dan Fadjar berpangkat marsekal TNI. (RZ/WK )****

THR Sudah Habis? Ini Kabar Terbaru Gaji ke-13 PNS.

Jakarta.------Kementerian Keuangan telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak pekan lalu dan seluruhnya sudah cair pada Jumat 22 Mei 2020.

"Pembayaran THR kepada PNS pusat/TNI/Polri mulai dibayarkan pada hari Kamis, 14 Mei dan sampai hari Jumat, 15 Mei 2020 sudah mencapai lebih dari 70% dan ditargetkan agar hari ini sudah terbayarkan semua," kata Direktur Jenderal Pembendaharaan Negara Andin Hadiyanto.

Adapun anggaran THR PNS untuk tahun ini telah disiapkan pemerintah sebesar Rp 29,382 triliun. Anggaran ini terdiri anggaran untuk PNS pusat, PNS daerah dan pensiunan PNS yang totalnya berjumlah 8,2 juta jiwa.

Untuk pensiunan pusat dianggarkan sebesar Rp 6,775 triliun untuk 875.096 PNS dan 925.508 TNI/Polri. Kemudian untuk PNS daerah dianggarkan Rp 13,898 triliun untuk sebanyak 3.200.854 orang.

Tak hanya itu, pensiunan juga akan tetap menerima THR pada tahun ini yang dianggarkan sebesar Rp 8,708 triliun untuk 3.168.712 orang. Maka THR untuk PNS pusat yang telah cair 70% tersebut sekitar Rp 4,743 triliun, sedangkan THR untuk pensiunan telah disalurkan 100% secara serentak.

"Untuk pembayaran THR kepada para pensiunan sudah dibayarkan semua pada hari Jumat 15 Mei 2020," kata dia.

Jika THR sudah dicairkan, lalu bagaimana dengan gaji ke-13? Apakah ada?

Seperti diketahui, gaji ke-13 yang biasanya diberikan sebulan setelah THR atau saat tahun ajaran baru sekolah. Akan tetapi kali ini berbeda, karena PNS harus bersabar lantaran gaji ke 13 tidak akan diberikan dalam waktu dekat.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo pembahasan terkait pemberian gaji ke 13 akan dilakukan kuartal IV tahun ini. Artinya gaji ke-13, akan diberikan pada akhir 2020.

"Untuk gaji ke-13 akan diputuskan Oktober," katanya. baru-baru ini.

Yustinus mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Termasuk fokus penggunaan APBN.

Yustinus pun meyakini konsumsi masyarakat tidak akan turun meski penyaluran gaji ke-13 dilakukan di akhir tahun. Pasalnya, anggaran tetap diberikan hanya saja waktunya yang diubah.

"Tidak (menurunkan konsumsi) saya rasa, karena hanya bergeser waktunya," jelasnya. (RZ/WK)****

Jokowi Buka-bukaan soal 'New Normal' Bersama Covid-19.

Jakarta.---------Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai mempersiapkan berbagai hal menuju fase baru kehidupan bersama dengan wabah Covid-19. Masyarakat diminta bersiap menghadapi new normal.

Jokowi bersama jajarannya blusukan untuk meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat dan Mal Summarecon Bekasi, Jawa Barat.

"Kita ingin sekali bisa masuk ke normal baru. Masuk ke tatanan baru dan kita ingin muncul kesadaran yang kuat, kedisiplinan yang kuat," kata Jokowi.

Jokowi menyebut akan mengerahkan puluhan ribu aparat TNI/Polri di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota. Mereka akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Setidaknya, akan ada 340.000 personel gabungan TNI/Polri yang akan menjaga di 1.800 objek meliputi aktivitas lalu lintas masyarakat, pusat perbelanjaan, pasar rakyat, hingga sejumlah tempat pariwisata.

"Kita harapkan kurva dari penyebaran Covid-19 akan semakin menurun," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa R0, atau tingkat reproduksi yang menggambarkan sejauh apa penyebaran virus sudah semakin membaik. R0 di sejumlah wilayah, diklaim Jokowi sudah di bawah satu.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika R0 lebih dari satu maka seorang pasien positif bisa menulari orang-orang lainnya. Namun jika sudah di bawah satu, maka tidak ada penularan lagi.

"Kita melihat bahwa R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harapkan akan semakin hari semakin menurun," katanya. (RZ/WK )***

Tuesday, 26 May 2020

Jokowi: Semoga Pandemi Berlalu Agar Dapat Melepas Rindu. Itu Kapan Pak.

Jakarta.----------Presiden Joko Widodo berharap pandemi Covid-19 berlalu agar warga bisa segera bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Selama pandemi, Jokowi mengimbau masyarakat agar tidak mudik dan berlebaran di rumah.

"Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu dan saling melepas rindu," tulis Jokowi melalui Instagramnya, baru-baru ini.

Jokowi juga mengimbau di kala pandemi ini, warga bisa berbagi ucapan lebaran secara virtual menggunakan telepon.

"Semoga semua maaf lahir batin dapat tersampaikan dan diterima dengan sepenuh hati walau hanya lewat telepon atau panggilan video," ucapnya.

Pada lebaran tahun ini, Jokowi tidak mengadakan open house seperti biasanya, hal itu bertujuan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Ia juga berpesan kepada masyarakat agar bisa menghadapi situasi ini bersama-sama.

"Tak ada gelar griya (open house), mudik, atau salat id di lapangan pada hari lebaran tahun ini. Memang ini berat, tapi kita alami dan hadapi bersama-sama," imbuhnya.
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan salat Idulfitri 1441 H di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor baru-baru ini.
Sementara itu, Jokowi melaksanakan salat Idulfitri 1441 H di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor.

Jokowi dan Ibu Iriana bersama putra bungsu Kaesang Pangarep melaksanakan salat Idulfitri berjamaah yang dipimpin oleh Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor Muhammadun pada pukul 06.32 WIB.

"Jika sebelum Ramadan, kita saling bermusuhan, saling menghina satu sama lain, banyak melakukan kesalahan. Maka setelah hari raya Idulfitri ini, mari kita komitmen untuk memperbaiki diri, saling rukun, saling bermaafan, saling bersatu dan saling mempererat persaudaraan," ucap Muhammadun.

Lebih lanjut Muhammadun mengingatkan bahwa sebagai sesama muslim adalah bersaudara, sehingga harus saling berbuat baik.

"Semoga hari raya Idulfitri ini, menjadikan momentum bagi kita untuk semakin baik, semakin rukun, semakin bersatu, cinta damai, mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT," kata Muhammadun. (RZ/WK )***