INDENPRES MEDIA ISTANA

Tuesday, 26 May 2020

Pesan Sri Mulyani ke PNS Kemenkeu, Amankan Dana Desa!. Ada Apa Ya.

Jakarta.------Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan silaturahmi secara virtual bersama seluruh jajaran Kementerian Keuangan. Ini dalam rangka hari raya Idul Fitri 1441 H.

Dalam silaturahmi ini, Sri Mulyani tidak lupa memberikan pesan agar jajaran Kemenkeu sebagai bendahara negara untuk terus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya mengelola keuangan negara dengan baik.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat berdialog secara virtual dengan Silvia dari KPPN Sanggau. Ia menekankan bahwa KPPN yang bertugas mengelola dana desa agar dilakukan dengan baik. Agar bisa diawasi sehingga dana yang telah disiapkan dari pusat benar-benar tepat sasaran.

Terutama Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah dianggarkan pemerintah untuk masyarakat desa agar bisa diterima masyarakat yang membutuhkan.

"Jadi bu Silvia untuk dana desa tolong dibantuin semaksimal mungkin supaya masyarakat desa yang tidak mampu segera mendapatkan BLT nya, karena kemarin memang pencairannya nampaknya belum maksimal," ujar Sri Mulyani, baru-baru ini.

Ia menegaskan, pengawasan harus dilakukan secara ketat agar tidak ada kecurangan dalam penyaluran BLT kepada masyarakat. Ia ingin agar uang negara yang dititipkan betul-betul sampai ke masyarakat miskin di desa.

"Ada hal-hal agar dibimbing supaya tidak ada penyelewengan, supaya benar-benar uang negara untuk masyarakat bisa dinikmati dan benar-benar untuk tujuannya," jelasnya.

Pesan yang sama juga disampaikan oleh Sri Mulyani kepada pegawai DJPK bagian Evaluasi Sistem yakni Pangeran Hutagaol untuk bisa mengawasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa agar berjalan baik dan bisa sampai ke daerah tanpa kendala.

"Tolong di evaluasi terus ya termasuk ini penggunaan TKDD dalam rangka kita hadapi covid-19 ya," tegasnya.

Dalam penutupannya, SriMulyani tidak lupa menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jajaranKemenkeu karena sudah bekerja tanpa lelah dalam membantu masyarakat miskin terutama dalam menghadapiCovid-19 ini. Dimana, dalam masapandemi ini,peanKemenkeu menjadi sangat penting dalam mendorong perekonomian dan membantu masyarakat yangterdampak. (RZ/WK)***

Kunjungi Stasiun MRT, Isyarat Jokowi ke Anies Akhiri PSBB?.

Jakarta.-------Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa skala R0, atau indikator penularan sebuah virus - dalam hal ini Covid-19 - di sejumlah provinsi sudah berada di bawah 1. Jokowi menyampaikan hal ini saat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Apa benar Jokowi memberikan isyarat agar Anies mengakhiri PSBB dan memulai sebuah new normal?

Keduanya memang meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. Jokowi berharap kondisi ini bisa membuat kurva Covid-19 di Indonesia menurun.

"Kita melihat bahwa R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harapkan akan semakin hari semakin turun," kata Jokowi, Selasa (26/5/2020).

Sebagai informasi, pemerintah memang menggunakan indikator penularan berdasarkan reproduction rate dengan skala R0. Reproduction rate ini adalah sebuah angka yang menunjukkan bagaimana daya tular sebuah virus atau sebuah bakteri atau sebuah penyakit.

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Covid-19 memiliki skala 1,9 - 5,7 di seluruh dunia. Artinya, dalam skala R0, satu orang Indonesia bisa menularkan dua sampai tiga orang.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pernah mengemukakan bahwa pemerintah berupaya menurunkan angka tersebut di bawah 1. Artinya, tidak sampai menularkan orang lain.

Jokowi pun pada hari ini telah menegaskan bahwa mulai hari ini akan menerjunkan aparat keamanan untuk mengawasi tiap wilayah di era new normal.

"Mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan PSBB," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa pasukan-pasukan tersebut akan diterjunkan di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota. Hal ini diharapkan bisa membuat masyarakat semakin disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di era new normal.

"Kita harapkan kurva dari penyebaran Covid-19 akan semakin menurun. Kita melihat R0 di beberapa provinsi sudah di bawah satu. KIta harapkan semakin turun dengan digelarnya pasukan TNI dan Polri di lapangan secara masif," katanya.

Untuk diketahui, Anies memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 14 hari terakhir sejak 22 Mei hingga tanggal 4 Juni 2020. Ini merupakan PSBB ketiga DKI Jakarta. Menurut Anies, ini akan jadi PSBB penghabisan dengan sejumlah catatan, yaitu masyarakat harus taat terhadap aturan itu.

"Bila masyarakatnya memilih untuk tidak, terpaksa PSBB diperpanjang, sesudah itu kita akan sampaikan protokol-protokol khusus wilayah DKI Jakarta karena setiap wilayah punya karakternya yang berbeda," ujarnya terpisah. (RZ/WK )****

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat bersama Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi di Gerbang Tol Kalikangkung,

Semarang. Jateng.-----Polda Jateng secara resmi memberlakukan penyekatan arus lalu lintas menuju ke arah Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Namun sebelum pemberlakuan tersebut, Polda Jateng telah memutar balik kendaraan sejumlah 5.300 kendaraan baik melintas di tol maupun di jalur dalam kota.
"Sebelum lebaran selama 31 hari telah putar balik ribuan kendaraan yang melintas di Jateng menuju Jakarta," terang Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat di Gerbang Tol Kalikangkung.

Menurut Dirlantas, kendaraan yang diputar balik lantaran tidak mampu menunjukkan dokumen kesehatan atau surat izin lain seperti surat izin keluar masuk Jakarta (SKIM) yang dikeluarkan dari Pemrov DKI Jakarta.
"Jika pengendara mampu menunjukan surat itu maka akan diberi kelonggaran untuk melintas dengan catatan kondisi fisik sehat," katanya.

Dijelaskan Arman, pihaknya melakukan penyekatan tidak hanya fokus di jalur tol maupun jalur dalam Kota.
Melainkan juga memantau arus kendaraan di titik-titik jalur alternatif dan jalur tikus.
Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan antara jalur tol dengan jalur alternatif semua terdapat petugas yang melakukan penyekatan.
"Kami siagakan petugas di jalur alternatif dan jalur tikus sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona," jelasnya.

Arman menegaskan, penyekatan arus lalu lintas tidak hanya dilakukan di Polda Jateng.
Jadi semisal terdapat kendaraan bisa melewati pos penyekatan maka mereka akan melewati pos penyekatan lainnya di daerah Jawa barat.
"Pos penyekatan ini berlapis-lapis, semisal kalau di Kalilangkung lewat nanti ada pos penyekatan di Cikampek, Karawang, Cikarang dan lainnya," tegasnya. (RZ/WK)***

Monday, 25 May 2020

Saat Corona Banyak Pelanggaran Mudik, RI Jadi Sorotan Dunia.

Jakarta.--------Menjelang Idulfitri, keadaan Indonesia di tengah pandemi COVID-19 cukup mengkhawatirkan karena banyak pelanggaran terkait larangan mudik. Bahkan media internasional turut menyoroti pelanggaran tersebut seperti ditulis Agence France-Presse (AFP).

Belum lama ini pemerintah memang melakukan pelonggaran aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran tersebut malah membuat ribuan masyarakat berbondong-bondong memenuhi bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api.
Dokumen perjalanan palsu dan surat keterangan kesehatan yang dapat diperjualbelikan digunakan sebagai dalih agar masyarakat yang berada di Jakarta, bisa menjalankan tradisi tahunan pulang kampung atau mudik ke daerah asal masing-masing.
"Ini adalah momen kritis," kata Doni Monardo, kepala satuan tugas mitigasi COVID-19 Indonesia, dikutip dari AFP. "Saya khawatir orang-orang yang pergi ke daerah lain akan kembali terinfeksi dan semua upaya kami akan sia-sia." baru-bar ini.

Kamal dan istri adalah salah satu masyarakat yang menggunakan dokumen perjalanan palsu untuk memudahkan anaknya, seorang mahasiswa yang sedang merantau di Jakarta, untuk kembali ke kota kelahirannya di Makassar, Sulawesi Selatan.
Berbekal bantuan teman-temannya, pasutri tersebut mengatakan berhasil mendapatkan surat bermaterai dari salah satu instansi pemerintah yang menyatakan bahwa putri mereka dipekerjakan untuk mendistribusikan persediaan selama pandemi di kota Makassar.

"Kami sangat khawatir tentang kesehatannya jika dia tinggal di Jakarta," kata Kamal, yang meminta agar nama aslinya tidak digunakan. "Tapi yang paling penting dari semua adalah bahwa kita sangat merindukannya. Kami ingin merayakan Idulfitri bersama seperti tahun-tahun sebelumnya."
Kemudahan dalam mendapatkan dokumen perjalanan palsu ini membuat polisi bekerja lebih keras untuk memberantas oknum-oknum yang memperjualbelikannya. Belum lama ini, pihak berwenang di Bali berhasil menangkap tujuh orang yang diduga menjajakan dokumen perjalanan palsu.
Selain menggunakan dokumen palsu, banyak juga masyarakat yang kucing-kucingan dengan polisi dalam perjalanan mudik. Mereka diam-diam bersembunyi di dalam mobil mereka yang dibawa dengan truk yang ditutupi terpal, berusaha mengecoh polisi agar bisa lolos di perbatasan antar kota antar provinsi.
Sayangnya, trik tersebut tidak begitu berhasil. Pihak berwenang berhasil menangkap ratusan pengemudi yang dibayar untuk menyelundupkan mereka yang ingin pulang kampung.
"Ada banyak cara orang mencoba menipu kita," kata juru bicara kepolisian Jakarta Yusri Yunus. "Kami tidak berusaha membuat hidup mereka sulit. Ini semua dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran virus corona."
Masyarakat pun terbagi menjadi dua kubu. Kubu yang nekat mudik memicu kemarahan kubu masyarakat yang bertahan untuk tetap di rumah saja dan menjaga jarak.
Tagar #IndonesiaTerserah juga muncul sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap masyarakat pelanggar aturan, termasuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai tidak tegas dan tidak mampu menangani pandemi global ini. (RZ/WK )***

Tak Ada Kunjungan Keluarga saat Lebaran di Lapas Kedungpane Semarang, Ini Gantinya.

Semarang. Jateng.------Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menutup kunjungan keluarga yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Dadi Mulyadi menuturkan, penutupan kunjungan tersebut lantaran masih mewabahnya virus Corona di Kota Semarang.
“Hari Raya Idul Fitri tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19 kami menutup kunjungan keluarga di Hari Raya.

Namun kami menyediakan beberapa alternatif untuk menyiasati rasa kangen kepada keluarga," ujarnya, baru-baru ini.
Dilanjutkan Dadi, lapas Semarang menyediakan layanan penitipan barang bawaan keluarga yang dapat disampaikan kepada warga binaan sebagai pengganti tidak ada kunjungan.
Layanan ini mulai dibuka hari Sabtu (23/5/2020) sampai dengan Selasa (26/5/2020) tentunya dengan prosedur kesehatan penanganan Covid-19.

"Selain itu, untuk mengatasi rasa kangen kepada keluarga, Lapas juga menyediakan sarana telepon dan video call," paparnya.
Dadi juga mengajak kepada warga binaan Lapas Semarang untuk dapat bekerja sama mematuhi aturan itu.
Dengan demikian, bisa menjadi solusi terhadap permasalahan di tengah pandemi.
Dadi menjelaskan, warga binaan juga diminta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
Menjalankan prosedur Covid-19 berupa selalu cuci tangan dan tidak saling pinjam pakai alat makan serta selalu jaga jarak dan memakai masker.
“Maka seluruh warga binaan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.
Terlebih dalam keterbatasan akibat wabah virus Corona,” katanya. (RZ/WK )***

Ratusan Warga Tetap Ziarah Kubur di Bergota Abaikan Physical Distancing. Kok Bisa Ya.

Semarang. Jateng.-----Imbauan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada warga Kota Semarang agar tidak berziarah kubur di hari raya idul fitri dalam upaya pencegahan virus Corona.
Walikota meminta warga untuk tetap di rumah.
Ziarah makam diganti melalui doa yang dikirim dari rumah.

Pesan itu tampaknya tidak pedulikan oleh sebagian besar warga Kota Semarang.
Dalam pengamatan, beberapa makam di Kota Semarang masih dipadati peziarah.
Satu di antarnya yakni TPU Bergota Semarang.
Ratusan kendaraan bermotor terparkir di pinggir jalan area makam.
Begitupula puluhan mobil terparkir di pinggir jalan depan makam.
Puluhan pedagang terdiri dari penjual bunga tabur, pedagang makanan dan minuman ikut mengais rezeki dari ramainya makam bergota.

Pun dengan puluhan pengemis yang duduk di beberapa sudut pintu masuk makam.
Peziarah, Mahfud (31) menuturkan, momen lebaran idul fitri sudah menjadi tradisi di keluarga besarnya untuk ziarah ke makam keluarga di Bergota.
Kendati ada wabah virus Corona, namun dia menilai sepanjang mematuhi protokol kesehatan pergi ziarah ke makam bisa dibilang aman.
Di area sekitar makam juga disediakan air dan sabun untuk cuci tangan.
"Insya Allah, kalau pakai masker jangan berdesak-desakan, jangan ada kontak fisik, hindari kerumunan pasti aman kog," terang warga Semarang Barat ini pada hari Minggu (24/5/2020) kemarin.

Peziarah lain, bibah (23) mengaku ada ketakutan untuk pergi ziarah ke makam saat Idul Fitri lantaran pasti ramai.
Apalagi masa pandemi virus Corona seperti saat ini.
Tetapi dia tetap pergi ke makam bersama ibunya sebab kegiatan ziarah hanya dilakukan setahun sekali.
"Ke sini kan setahun sekali jadi kami sempatkan. Untuk menghindari kerumunan kami ke sini agak siang jadi sudah lumayan sepi," bebernya.
Selain di TPU Bergota Semarang , TPU lain seperti makam Tugurejo Kecamatan Tugu dan makam Karanganyar Kecamatan Tugu juga tampak dipadati peziarah.
Puluhan kendaraan terparkir di depan pintu masuk di dua pemakaman tersebut. (RZ/WK )***


Demi Tugas Negara, Polwan Polda Banten Manfaatkan Teknologi Untuk Bersilaturahmi.


BANTEN --------- Ditengah pandemi Covid-19 dan suasana Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini Personel Polda Banten terus bertugas.

Dan biasanya, suasana lebaran seperti ini masyarakat melakukan silaturahmi dengan para sanak saudara. Tetapi hal ini tidak berlaku pada anggota Polri yang bertugas di Operasi Ketupat Kalimaya 2020 dan operasi pengamanan PSBB di wilayah hukum Polda Banten.

Salah satunya, AKP Bhakti Yasa Saputri S.H, M.H seorang Polwan, yang menjabat sebagai Kapolsek Anyar Polres Cilegon Polda Banten, dan sekaligus bertugas di Pos Pam Ops Kalimaya 2020.

Tidak hanya menjabat sebagai Kapolsek, Bhakti juga merupakan seorang Ibu dari dua orang anak. Dimana anaknya yang paling besar kelas 2 SMA yang sedang bersekolah di Jawa Timur, dan anak kedua kelas 3 SMP yang bersekolah di Kota Cilegon.

Bhakti merupakan nama panggilannya, dia mengaku sudah sangat lama tidak bertemu dengan anaknya.

"Saya sudah sangat lama tidak bertemu dengan anak saya, ada sekitar dua tahunan lah, dimana orang-orang di suasana lebaran seperti ini mereka pada ngumpul bersama dengan anak dan sanak saudara, tapi tidak berlaku dengan saya", katanya Bhakti yang juga seorang istri dari Anggota Polri juga.

Lebih lanjut Bhakti menceritakan Saya harus tetap bertugas demi keamanan dan kenyamanan masyarakat, kalo di bilang kangen ya sudah pasti kangen, tapi demi Negara kita harus tetap siaga

"Untuk mengurangi rasa kangen dengan anak, Bhakti biasanya memanfaatkan teknologi untuk mengurangi rasa kangen tersebut, Ya biasanya kalo lagi kangen begini, saya biasanya memanfaatkan teknologi lah, saya biasanya Video Call dengan anak saya yang ada di Jawa Timur", ujar wanita asal Madiun, Jawa Timur ini.

Terkait membagi waktu antara tugas dan keluarga Bhakti menjelaskan susah-susah gampang.

"Untuk membagi waktu dengan tugas dan keluarga susah-susah gampang, tapi alhamdulillah masih bisa kita ngatur waktu antara dengan keluarga dan tugas", imbuhnya.

Bhakti juga mengungkapkan, bahwa anaknya pernah mengeluh karena tidak memiliki waktu untuk keluarga.

"Kalo komplain pernah sih, mereka mengeluh mamah ini kerja aja, kapan ada waktu ngumpulnya", ungkap Bhakti dengan nada sedih.

"Cuman saya selalu menjelaskan kepada mereka ya, bagaimana pekerjaan saya dan tanggung jawab saya, ya Alhamdulillah anak-anak bisa mengerti pekerjaan orang tua nya sebagai abdi negara", lanjut Bahkti yang sudah menjadi anggota Polri selama 22 tahun tersebut.

Dan terkait himbauan kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona, Bhakti mengajak masyarakat untuk tetap dirumah.

"Terkait pandemi covid-19 ini, ya saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap dirumah, jangan berkumpul dengan jumlah banyak, jangan berwisata dulu walaupun dalam suasana liburan, mari kita bersama-sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini", ajaknya.

"Saat ini kita bekerja untuk masyarakat, dan saya harap masyarakat di rumah untuk kita dan untuk Indonesia", harapnya. (Bidhumas/RZ/WK)****