Thursday, 8 December 2016
Bisakah Polisi Bongkar Pungli Dan Jual Lapak Pasar Johar Sementara di MAJT.
Semarang, Korban jual beli lapak direlokasasi Pasar Johar yang berada di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT ) atau Pasar Johar Sementara. Amat, salah satu korban pungli akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polrstabes Semarang baru-baru ini. Amat menginginkan para pelaku jual beli lapak bisa ditangkap dan diusut tuntas.
Amat merupakan korban kebakaran Pasar Johar dan memiliki lapak atas nama isterinya. Amat melaporkan dua nama, Alfianto alias Anto, dan Yanto. Keduanya mengaku sebagai anggauta PAM Swakarsa ketika melancarkan aksinya. Dan diakui oleh Amat mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta.
Dijelaskan pula oleh Amat bahwa telah ditipu oleh oknum PAM Swakarsa berinisial R alias Bd, pria yang diduga preman asal dari Sawahbesar, Gayamsari Semarang. Dan ditawari menyewa tempat di lokasi parkir dengan ukuran 2X2 meter, sewanya sebesar Rp 7,5 juta pertahun.
Amat sempat berjualan dilokasi tersebut selama tiga hari, hingga akhirnya diusir pengelola Pasar Johar Semarang Sementara karena lokasi yang juga sebagai tempat parkir itu tidak boleh ditempati jualan.
Menurut Amat langsung menyewa lapak yang ditawarkan itu sebanyak dua tempat sebesar Rp 15 juta pada bulan April 2016. Dan yang mengambil uang tersebut adalah Anto.
Dan Amat berharap pelaku jual beli lapak ditangkap dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.Semoga kasus ini segera terungkap.Syukur-syukur uang bisa kembali.
Sementara, Dinas Pasar Kota Semarang akan menelusuri praktik pungutan liar ( pungli ) dan jual beli lapak. Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko juga mendesak kepada kepolisian untuk nembantu ungkap praktik pungli dan jual beli lapak di tempat rekokasi tersebut.
Terkait dengan oknum PAM Swakarsa yang kedapatan melakukan pungli. Trijoto menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.
Trijoto menyatakan, ada dua pihak dalam pengamanan tempat Pasar Johar. Sementara,yakni Dinas Pasar dan PAM Swakarsa. Staf Dinas Pasar bertugas mengamankan aset relokasi, sedangkan PAM Swakarsa bertugas menyangkut keamanan barang dagangan pedagang.
Adapun, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim berharap untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah. Perlu diselidiki lebih lanjut adanya praktik pungli dan jual beli lapak di Pasar Johar Sementara.
Kalau memang ada unsur pidana, harus diproses hukum yang berlaku, dan harus diberi sanksi tegas. Proses penyelidikan kasus dugaan praktik pungli dan jual beli lapak jangan sampai berhenti.
Mualim juga menambahkan, keberadaan PAM Swakarsa untuk mengamankan barang dagangan pedagang. Tetapi, jika PAM Swakarsa menyalahgunakan kewenangan, perlu ditindak tegas tampa padang bulu.(****)
Tuesday, 27 September 2016
Bisakah Polisi Memberantas Tuntas Teror Begal Di jalan.
Semarang. Aksi begal sepeda motor seolah tanpa henti. Satu pelaku tertangkap. Tindakan kejahatan dengan kekerasaan ini mengundang keprihatinan. Para begal secara kejam, tega berbuat sadis demi mendapatkan sepeda motornya.
Sangat miris sekali, mengingat para pelaku begal tersebut ini umumnya berusia produktif, umur 20 sampai 30 tahun bahkan ada 16 tahun.Dan tak jarang pula komplotan begal yang melibatkan pelaku berusia belasan tahun.
Entahlah, apa yang ada dalam benak pikiran mereka ketikq berbuat sadis serta mengambil harta benda.
Pelaku begal berbekal senjata tajam, bukan hanya sekadar untuk menakut-nakuti korban, mereka bisa tanpa kenal ampun melukainya bahkan membunuhnya. Umumnya, waktu kejadian ini pada malam hari. Di kota Semarang, lokasi kasus begal sepeda motor ini pun bukan lagi daerah pinggiran yang sepi dan gelap. Sejumlah kasus justru terjadi di tengah kota, dan bahkan terjadi di lokasi yang dekat dengan markas kepolisian.
Sebelumnya, komplotan ini juga melakukan kejahatan di dekat rumah dinas Kapolrestabes Semarang. Dalam waktu lima bulan terakhir, sudah 13 kali komplotan ini beraksi di lokasi yang berbeda-beda. Selain sepeda motor, mereka juga merampas handphone korban.
Warga pun pantas gemes. Bila menemukan pelaku curanmor atau bahkan melakukan begal, tak jarang mereka main hakim sendiri.
Seperti yang terjadi pada hari Minggu lalu pada tanggal 25-9-2016 dini hari, warga menghadang komplotan begal yang berjumlah enam orang saat melintas di Dusun Krasak, Rowosari Krajan, Tembalang , Kota Semarang. Komplotan tersebut mengendarai tiga sepeda motor dan membawa senjata tajam berupa parang. Saat itu, komplotan tersebut memang sedang berkeliling mencari mangsa.
Perkelahian tak terelakkan. Satu warga, Bagus Yulianto (20 ) terkena sabetan parang pada telapak tangan kiri. Adapun dua orang dari komplotan begal, yang diketahui bernama Rahmadani alias Doni (27 ) dan Arief (25) tewas setelah terjatuh dari tebing galian C setelah warga menghajar mereka. Sementara, kawanan pelaku lainnya akhirnya bisa diamankan oleh polisi.
Tindakan kriminal ini biasanya berbanding lurus dengan latar belakang ekonomi. Kemiskinan ditambah dengan minimnya etos kerja serta mental yang lemah mendorong mereka menghalalkan segala cara.
Bisa jadi, cara tersebut dipandang mudah untuk mendapatkan harta secara instan. Terlebih, saat ini, sepeda motor merupakan transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat. Lalu lalang sepeda motor mudah ditemui dimana saja. Sepeda motor seharga belasan juta hasil kejahatan dijual ke penadah dengan kisaran seharga Rp 3 sampai Rp 5 juta, tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan bermotor.
Bagi warga, bayaknya kasus pembegalan ini bisa menjadi teror, terutama mereka yang seringkali beraktivitas di malam hari. Warga akan ketakutan bila melintas sendirian, terutama di lokasi gelap dan sepi.
Dan, yang lebih terpenting, berani berbuat sesuatu ketika melihat gelagat mencurigakan para pelaku kejahatan. Minimal bisa segera melapor ke aparat kepolisian, bukan asal main hakim sendiri. Sangat berisiko bila niat baik untuk menghalau kejahatan, namun mengabaikan keselamatan sendiri.
Pemetaan lokasi rawan kejahatan disertai peningkatan patroli petugas keamanan yang sangat dibutuhkan. Selain itu, partisipasi aktif warga juga sangat mendukung upaya ini. Kepedulian terhadap situasi keamanan lingkungan bisa menjadi upaya antisipasi tindakan kejahatan.*****
Monday, 29 February 2016
Kawasan Pasar Yaik Semarang Punya Nilai Sejarah Tinggi.
Semarang, Kawasan Pasar Yaik Permai Semarang, menurut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya ( TACB ) Kota Semarang, Widya Wijayanti, memang tidak termasuk kawasan cagar budaya Pasar Johar. Kendati demikian, kata Widya, kawasan tersebut mempunyai nilai sejarah dan kebudayaan yang sangat tinggi bagi kota Semarang.
Alun-alun tersebut,kata Widya, menjadi pusat kota seperti desain kota seperti kota kebanyakan di Jawa Tengah yang di sekelilingnya terdapat kanjengan atau kantor bupati dan Masjid Kauman sebagai ruang ibadah bagi masyarakat sejak pada tahun 1480.
Menurut Widya bahwa, sejarahnya dulu, kawasan Pasar Yaik berupa alun-alun yang berfungsi sebagai ruang terbuka dan mengakomodasi berbagai kegiatan di antaranya interaksi sosial, acara dugderan, dan pengajian sehingga menjadikan kawasan ini sangat penting keberadaannya bagi masyarakat pada tahun 1480.
Sekitar pada tahun 1960-1970-an, kawasan Pasar Yaik juga digunakan sebagai terminal yang melayani trayek antar kota dan dalam kota. Sekitar 1970-an di kawasan tersebut lalu dibangun pusat untuk pasar atau pertokoan.
Pasar Yaik juga dulunya sebut pasar malam lantaran buka pada malam hari.
Pada tahun 1930, di bawah pemerintahan jajahan Belanda dibangun Pasar Johar yang bertujuan mengkomodasi perdagangan pada masa tersebut. Oleh karena keindahannya pada masa itu. Oleh karena keindahan masa itu, pasar Johar memperoleh julukan sebagai pasar terindah dan terbesar se-Asia Tenggara.
Pada masa itu, Kali Semarang masih menjadi sarana transportasi bagi kapal-kapal pengangkut barang dari berbagai pedagang, baik Asia maupun Eropa. Hingga tahun 1860, kawasan itu kemudian semakin hidup melalui aktivitas perdagangan yang menggunakan alun-alun sebagai tempat berdagang.
Pasar Johar kemudian semakin berkembang dan menjadi pusat perekonomian di Kota Semarang sehingga pada tahun 1970 dibangunlah Pasar Yaik di alun-alun kota untuk mengkomodasi kegiatan pedagang semakin tidak terkendali dan terakomodasi di kawasan ini.***
Pemkot Semarang Seret Hater Ke Polisi.
Semarang, Insiden kebakaran yang menimpa Pasar Yaik Semarang baru-baru ini, membuat akun Instagram (IG) milik Pemkot Semarang @ pemkot _semarang menjadi sasaran serangan hater. Akun resmi Pemkot tersebut itu memperoleh komentar bernada negatif dari akun IG @alaix_kamala. Dalam komentar atas foto acara ngobrol bareng "Nguber Bang Semar " tersebut, @alaix_kamala juga "menyenggol "@hendrarprihadi,akun pribadi Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
Atas komentar itu, Kepala Bagian Hukum Pemkot Semarang, Abdul Haris menyatakan, pihaknya berencana melaporkan akun @alaix_kamala ke Polrestabes Semarang lantaran dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.
Menurut Abdul Haris mengatakan, sedang mengkaji dan mengumpulkan data untuk pelaporan ke Polisi. Kalau sudah lengkap berencana melaporkan akun tersebut.
Isinya dalam akun @ alaix_kamala, " Sek Kurang koe antek2 pemkot doan ngobong johar..saiki yaik melu mbok kobong..ben iso gusur pedagange?? Opo iso koe do bangun koyo bangunan belanda ngono..kabeh mbok proyek..kae deloken pasar bulu wes gg rame maneh goro2 proyek mu..@hendrarprihadi..nganti ono korupsi mugo2 jabatan mu n anak2mu gg bakalan sui..#laknatullahpemerintahindonesia, " tulis @alaix_kumala.
Dalam kesempatan terpisah, Hendrar Prihadi mengatakan, secara pribadi tidak akan mengurusi hal tersebut. Jika ada pihak lain yang ingin berkomunikasi atau mengurusi akun tersebut, Hendi, demikian sapaan akrabnya, mempersilahkannya.
Hendi juga mengatakan, tidak terbesit sedikit pun niat pemimpin di Kota Semarang untuk melukai masyarakatnya sendiri. Pemkot Semarang tentunya tidak ingin melukai masyarakat. Mari kita redam,butuh hal-hal sejuk. Pembangunan berjalan baik, warganya tidak gaduh.
Hendi juga mengatakan, kalau mengurus seperti itu tidak kerja, biarkan saja. Kalau pihak lain ingin berkomunikasi atau mengurusi dia silahkan saja. Syukur-syukur saya bisa ketemu langsung. Tapi kalau tidak mau ingin berkomentar di sosmed,ya berita itu jelas provokasi, akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.
Hater alias sang pembenci ternyata tak hanya menyerang selebritis. Pejabat pemerintah pun kerap diserang oleh para hater.****
Sunday, 28 February 2016
Puluhan Ular Piton Muncul Di Kampung Dekat Simpanglima Semarang.
Semarang, Puluhan ular piton berbagai ukuran bermunculan di pusat Kota Semarang, tepatnya di Jalan Anggrek, Kelurahan Pekunden Kecamatan Semarang Selatan, sekitar 300 meter dari kawasan Simpanglima Semarang. Menurut Warga, ular-ular tersebut sering menampakkan diri sejak sebulan lalu.
Belum lama ini, satu ular peton muncul dan sempat membuat jantung Sriyati usia 50 tahun seorang pembantu rumah tangga, nyaris copot. Ketika sedang mandi dikagetkan manakala seekor ular peton jatuh dari eternit.
Teriakan Sriyati tersebut didengar oleh Totok Bayu Wibowo umur 44 tahun, warga sekitarnya. Totok segera mengamankan hewan melata berukuran sedang.
Menurut Totok bahwa, dalam sebulan terakhir, sudah menangkap sembilan ekor. Ukurannya mencapai empat meter. Kalau piton ukuran kecil, warga lain sering dapat.Jumlahnya sangat banyak. Ular piton sudah puluhan kali muncul di Kawasan Anggrek. Tidak hanya di lahan serta tempat terbuka, ular sejenis juga kerap terlihat di beberapa rumah kosong.
Setelah ditangkap dan diamankan, ular peton dijual di Pasar Kartini. Di pasar itu, ular piton dihargai sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu.
Dikatakan pula oleh Totok bahwa, kalau turun hujan deras cukup lama, air membeludak. Mungkin,karena kejadian tersebut, ular jadi menyebar hingga masuk ke kampung.
Sampai sekarang ini, belum diketahui, dari mana asal usul puluhan ular tersebut. Namun, beberapa warga di wilayah Anggrek meyakini, ular peton muncul dari rumah kosong dan bawah saluran air di kawasan Simpanglima Semarang.
Mayoritas orang akan merinding, bahkan lari tunggang langgang, ketika melihat seekor ular. Jangan panik.Jika ular tersebut tampak tidak membahayakan, jinakkanlah.
Demi keamanan, pakai sarung tangan dan alat pengait. Hati-hati dengan wajah ular. Sebab ular tersebut sangat sensitif terhadap rangsangan yang terjadi di depan wajah.
Bagaimana caranya ? mengutip dari laman Sioux Indonesia,langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari teman. Sebelum Anda melakukan penangkapan, buat ular itu merasa nyaman dan senang. Dekati ular dengan rasa percaya diri.
Hampirilah ular dari belakang atau samping. Jangan belai, apalagi colak-colek. Ulurkan punggung tangan dan jangan pernah ragu atau malu ketika hendak mengangkat ular. Angkat ular dibagian badan secara cepat tanpa beri waktu untuk bereaksi.*****
Saturday, 27 February 2016
Sulit Lakukan Pengawasan Terhadap Agen Travel online.
Semarang, Usaha pariwisata, termasuk agen travel di dalamnya,harus memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Disbudpar) Kota Semarang. Namun sayangnya, keberadaan agen travel bukan hanya di dunia nyata, agen travel online menjamur bak di musim hujan. Kondisi tersebut mempersulit Disbudpar melakukan pengawasan terhadap aktivitas agen travel abal-abal.
Jika agen travel sudah memiliki TDUP, berarti agen travel tersebut kredibel,resmi, dan memiliki izin usaha. Kalau belum memiliki TDUP akan ditegur dengan mengirimkan surat agar agen travel mengurus TDUP.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Disbudpar Kota Semarang Masdiana Safitri dan juga dikatakan bahwa, pihaknya melakukan pengawasan terhadap agen travel yang memiliki kantor secara fisik. Berdasarkan Undang-Undang No10 tahun 2009 tentang kepariwisataan dan Peraturan Daerah ( Perda ) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pariwisata, seluruh usaha Pariwisata harus punya TDUP.
Untuk mendapatkan TDUP, lanjut Masdiana, usaha Pariwisata harus mengurus perizinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan atau populer dengan sebutan Hinder Ordonantie (HO) sebagai surat keterangan yang menyatakan tidak adanya keberatan dan gangguan atas lokasi usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat. Mayoritas usaha pariwisata yang belum mengurus TDUP karena terkendala Izin HO.Padahal syarat TDUP, usaha pariwisata harus ber izin HO. Kalau belum punya TDUP tapi melakukan operasi, akan ditegur. Jika membandel, akan tindak dan beri sanksi tegas.
Masdiana juga mengatakan, pihaknya selalu merekomendasikan agen travel berizin ketika Pemkot Semarang atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menggelar kunjungan atau wisata. Agar tidak terjadi kasus penipuan, secara fair menyodorkan daftar agen travel yang sudah berizin. Masyarakat dipersilahkan jika ingin melakukan cek silang atau cross check izin agen travel ke Disbudpar.
Sementara itu, Direktur PT Citra Gilang Tour Semarang, Pranoto Hadi Prayitno menyarahkan, agar terhindar dari penipuan, calon pengguna agen travel untuk melihat kredibilitas dan keabsahan agen travel.
Melakukan pemilihan suatu agen travel harus sudah terakreditasi resmi mengantongi perizinan. Jika mengantongi perizinan berarti memenuhi persyaratan baik administrasi, teknis maupun secara operasional termasuk di dalamnya hal pelayanan.****
Kinerja Hendi Pertama Membuka Siber Semarang.
Semarang, Pasangan Hendrar Prihadi- Heverita Gunaryanti Rahayu ( Hendi-Ita ) yang baru saja dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Semarang baru-baru ini. Pada kesempatan tersebut Hendi juga langsung meluncurkan program seber Geber Bang Semarang ( Gerakan Bersama Membangun Semarang ) sebagai bentuk keterbukaan pemerintah menyikapi permasalahan masyarakat kota Semarang.
Aplikasi yang dimaksud yakni untuk komitmen pemkot Semarang dalam keterbukaan dengan masyarakat kota Semarang. Diantara lain kekerasan, bullying banyak hal bisa disampaikan kepada kita melalui Geber Bang Semarang,karena konsep pembangunan kedepan memang harus bergerak bersama,kalau hanya mengandalkan pemerintah saja maka prosesnya akan sangat lambat.
Hal itu dijelaskan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang disebut dengan Hendi. Dijelaskan pula oleh Hendi kurun waktu kedepan beserta jajarannya akan melakukan konsolidasi dilakukan tidak hanya dalam tapi juga melakukan konsolidasi luar. Kita akan rangkul stakeholder yang lain,yang mungkin kemaren bersama-sama kita atau berseberangan kita akan rangkul supaya kota ini tetap kondusif, kemudian kita akan berjuang akan mengawal pembangunan yang sudah direncanakan dalam anggaran APBD 2016 supaya dapat dimulai tepat waktu dan tetap sasaran serta tepat aturan.
Dalam program Geger Semarang yang merupakan aplikasi yang bisa diakses lewat telepon pinter (Smartphone ) ada beberapa aplikasi khusus, seperti permasalahan infrastruktur, serta perempuan dan anak.
Mengenai anggaran APBD 2017, pihaknya akan memantau anggaran yang ada. Jika di anggaran 2016 ada pihaknya akan teruskan,kalau belum maka akan sisipkan di anggaran perubahan APBD 2017. Hendi juga menjelaskan Program Hendi-Ita salah satunya adalah empat PR dari DPR dan menuntaskan keinginan dari Gubenur serta nawacitanya Pak Presiden. Semuanya akan menjadi prioritas.
Sementara itu, mantan Pejabat (PJ) Walikota Semarang Tavip Supriyanto juga turut berkomentar mengenai PR pemerintah Kota Semarang. Beberapa diantaranya angka kematian ibu melahirkan (AKI), demam berdarah, infrastruktur rekolasi Pasar Johar dan pasar tradisional lainnya. Selain itu tak kalah penting mengenai revitalisasi kota lama.
Lebih lanjut, Tavip merasa walikota yang rabu kemaren dilantik sudah mempunyai program-program yang sudah direncanakan sebelumnya. Tavip berharap semua masyarakat kota Semarang nyengkuyung Hendi-Ita agar semua PR segera terselesaikan.
Tavip mengaku senang diberi kepercayaan menjadi PJ Walikota Semarang dalam kurun waktu kurang lebih setengah tahun tersebut. Tavip merasakan kebersamaan dari seluruh pejabat Kota Semarang dan masyarakat kota Semarang yang kooperatif selama memimpin.
Dikatakan pula oleh Tavip,tiada gading yang retak. Meminta maaf jika terdapat kesalahan dalam memimpin. Sebab saya harus kembali bekerja sebagai di Bapermas Provinsi Jawa Tengah sesuai surat tugas dari Gubenur Jawa Tengah Ganjar.****
Subscribe to:
Posts (Atom)