INDENPRES MEDIA ISTANA

Sunday, 9 August 2015

PNS Bisa Datang Kampanye Harus Penuhi Syarat.

Semarang, Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah menemukan dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh oknum pegawai negeri sipil menjelang pelaksanaan pilkada serentak di 21 kabupaten/kota pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang. Terkait dengan temuan dugaan pelanggaran netralitas PNS itu, petugas panwaslu masih melakukan proses pengusutan dan pengumpulan bukti-bukti yang ada. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jawa Tengah, Teguh Purnomo. Dikatakan pula bahwa, dugaan ketidaknetralan PNS, termasuk camat, mulai ditemukan di beberapa daerah seperti kota Semarang, kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Klaten. Di Kabupaten Klaten, juga ada seorang isteri camat yang mengenalkan salah satu kandidat pilkada oada acara PKK di Purbalingga melibatkan diri saat salah satu bakal pasangan calon kepala daerah ketika melakukan pendaftaran di kantor KPU. Teguh juga menerangkan, bahwa salah seorang camat di Kota Semarang diketahui mengenalkan salah satu bakal pasangan calon kepala daerah pada sebuah forum pertemuan nasyarakat. Untuk masalah identitas pelaku pelanggaran netralitas PNS belum bisa disampaikan sekarang sebab dalam pengusutan sehingga dikhawatirkan justru menyulitkan proses penanganannya. Masalah jumlah pelanggaran netralitas PNS diprediksi akan bertambah, apalagi ada beberapa calon kepala daerah yang merupakan petahana. Teguh juga mengatakan bahwa, Petahana Kepala Daerah maih aktif berpotensi menyalahgunakan jabatan untuk kampanye yang bersangkutan. Bawaslu Jateng akan mengawasi secara ketat petahana yang maju kembali pada pilkada menatang guna mengantisipasi berbagai bentuk penyalahgunaan jabatan. Teguh juga menjelaskan bahwa sanksi yang bisa dijatuhkan kepada PNS yang terbukti tidak netral pada sejumlah tahapan pilkada itu antara lain, mulai dari peringatan,mutasi, penurunan pangkat hingga pencopotan. Ke-21 daerah di Jawa Tengah yang akan melaksanakan pilkada pada tahun 2015 itu adalah Kota Pekalongan Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kendal. Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo,Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora. Kemudian Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang. Sedangkan pada masa kampanye nanti, PNS boleh mendatangi tempat kampanye, selama tidak memakai atribut PNS ataupun partai. Selain itu panwaslu juga melarang PNS mengenakan pakaian senada warna parpol dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Panwas tetap menindaklanjuti sekecil apapun laporan yang masuk, sehingga pilkada bisa berjalan benar-benar demokrasi. Sementara Panitia Pengawas Pemilu ( Panwaslu ) Kabupaten Sukoharjo intensifkan sosialisasi netralitas PNS dalam Pilkada kali ini. Pasalnya, potensi keterlibatan PNS cukup besar. Sementara itu Ketua Panwaslu Sukoharjo,Subakti A Sidiq mengatakan, sosialisasi dilakukan ke 12 kecamatan di Sukoharjo secara bergiliran dengan fokus utama tentang netralitas PNS disertai ancaman hukumannya. Di dalam Pasal 7 UU No 8 Tahun 2015, disebutkan, sanksi bagi PNS yang ikut kampanye masuk kategori pelanggaran pidana pemilu. Subakti juga menerangkan bahwa, sebagai PNS mereka harus memposisikan diri sebagai pelayanan publik seperti tertuang dalam PP 53 Tahun 2010 tentang netralitas PNS.*****

Saturday, 8 August 2015

Mewaspadai Kegiatan Ekstrakurikuler.

Semarang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menghimbau seluruh pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya perpeloncoan saat orientasi kegiatan ekstrakuriler. Dan segala pelanggaran tak akan lagi didiamkan dan dibiarkan.Secara umum,ataurannya jelas. Pelecehan, perpeloncoan, dan kekerasan sudah tahu kalau dilarang. Kalau orientasi siswa baru pada minggu pertama masuk sekolah lebih bisa dikontrol karena ada periode dan ada aktivitas sekolahnya. Makanya, Anies minta kepada Kepala Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan orang tua siswa harus mengantisipasi ini dalam perpeloncoan saat ekstrakurikuler. Namun, Anies juga mengingatkan pada minggu-minggu kedepan ada banyak orientasi ekstrakurikuler bagi siswa baru yang berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kerap menimbulkan masalahnya Berkaitan dengan itu, Anies meminta seluruh pihak, termasuk orang tua siswa untuk segera melaporkan begitu ada Kegiatan MOS disekolah yang menyimpang dari aturan sebagai langkah antisipasi. Jika melihat tanda aktivitas yang menyimpang dari kegiatan MOS langsung laporkan. Bisa ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun ke pejabat daerah. Anies juga mengakui selama bertahun-tahun tindak perpeloncoan yang mewarnai MOS seperti dibiarkan, namun mulai tahun ini tindak pelanggaran semacam itu tidak bakal dibiarkan lagi.*****

Pekan Budaya Indonesia ; Tradisi Itu Tidak Kuno, Tapi Keren Sekali !

Semarang, Pekan Budaya Indonesia ( PBI ) dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan beserta Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto di Lapangan Pancasila, baru-baru ini.Event ini merupakan gelaran pertama yang dilaksanakan di Indonesia. Pekan Budaya Indonesia ini mulai digelar sejak pada tanggal 5 sampai tanggal 10 Agustus 2015.Setelah acara pembukaan selesai, berbagai komunitas adat seperti Samin, Kota Gede, Tionghoa, Anak Bawang Surakarta dan lain-lain menampilkan kebolehannya di depan menteri, gubenur dan pejabat serta ribuan masyarakat yang hadir. Dalam sambutan Anies mengatakan, mengutip dari kata-kata Ki Hajar Dewantara, agar anak-anak Indonesia tidak hanya dididik melalui kebudayaan, namun juga diajak untuk mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan dan tradisi itu bukan hal yang kuno, tapi hal yang keren. Selain itu juga Gubenur Jawa Tengah juga mengatakan bahwa, keberagaman sudah tergambar di Jawa Tengah. Ganjar menyebutkan Jawa Tengah sudah sangat beragam kebudayaan yang lestari hingga saat ini. Dan juga Ganjar mengatakan, bangga sekali lantaran Jawa Tengah dipilih tempat menggelar Pekan Budaya Indonesia untuk pertama kalinya. Ganjar juga mengajak mengembangkan budaya yang sangat luar biasa ini. Bisa dikemas dengan balutan modern agar kembali booming. Pekan Budaya Indonesia pada tahun ini dalam moto " Harmoni dalam Keragaman Budaya. Kegiatan PBI tersebut dimulai dengan apresiasi dan pemutaran film sejarah di Univeritas Diponegoro belum lama ini. Kegiatan PBI tersebut berlangsung di beberapa lokasi dan diisi dengan berbagai acara mulai dari pemutaran film, dialog, kesejarahan, pameran, workshop, dan pemutaran mobil bioskop keliling. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan-kegiatan antara lain adalah Universitas Diponegoro Semarang untuk pemutaran film dan dialog kesejarahan. Lokasi lain, yaitu di Gedung Ki Nartosabdo terletak di Taman Budaya Raden Saleh juga berlangsung pertunjukan wayang orang Ngesti Pendowo. Perhelatan ini juga melibatkan beberapa hotel. Ada tiga hotel yang dijadikan lokasi penyelenggara, adalah Hotel Pandanaran sebagai lokasi sarasehan kominitas adat, Hotel Horison sebagai lokasi temu redaktur kebudayaan dan dialog WCF,dan Hotel Noorman sebagai lokasi kegiatan musikalisasi puisi. Selain itu, Lawang Sewu juga digunakan sebagai lokasi untuk tiga jenis pameran, yaitu pameran Kesejarahan dan Nilai Budaya, pameran dan workshop permainan anak nusantara dan pameran Cagar Budaya Warisan Dunia. Dan sama seperti hari pertama, Lapangan Simpang Lima akan jadi lokasi pemutaran mobil bioskop keliling, dan juga pameran World Culture Forum (WCF). Bagi kawula muda Semarang yang ingin menikmati hiburan musik kontemporer, bisa mendatangi gedung olahraga ( GOR ) Tri Lomba Juang. Di GOR tersebut akan tampil berbagai grup band seperti The Rollies, Elpamas, Edane, Keroncong Rock, Orchesta, Genk Qobra Progresive dan Power Slave. Di Universitas Negeri Semarang ( Unnes) menyediakan tempat untuk presentasi lomba karya tulis sejarah, dan cerdas cermat.****

Friday, 7 August 2015

Musim Kemarau Sudah Lima Waduk Mengering.

Semarang, Musim kemarau yang berlangsung sejak lebih dari sebulan lalu telah menyebabkan lima waduk di Jawa Tengah menjadi kering. Lima waduk itu adalah waduk-waduk kecil yang dalam kondisi normal hanya memiliki daya tampung air maksimal sebanyak 10 ribu kubik. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas pengelolaan Sumber Daya Air ( PSDA ) Jawa Tengah Prasetyo Budie Yuwono. Menurut Prasetyo, jika hujan masih tidak kunjung turun hingga akhir Agustus 2015, akan ada 15 waduk yang turut mengering. Tapi ada delapan waduk lain yang tak mengering, meski debit air berkurang drastis. Volume airnya tentu akan turun drastis dibandingkan dengan kondisi normal, tapi tidak akan sampai mengering. Prasetyo juga mengatakan bahwa, mengakui adanya lima waduk yang mengering akibat kemarau. Kelima waduk adalah Waduk Brambang, Waduk Botok, dan Waduk Gembong yang semuanya berada di Kabupaten Sragen. Ada pula Waduk Gunungrowo yang ada di Kabupaten Pati dan Waduk Sanggeh yang ada di Kabupaten Grobogan Purwadadi. Kedelapan waduk yang tidak akan mengering bila sampai bulan Agustus 2015 tidak sampai turun hujan tersebut antara lain Waduk Malahayu di Kabupaten Brebes, Cacaban di Kabupaten Tegal, Gajahmungkur di kabupaten Wanogiri, Kedungombo di Grobogan Purwadadi, Waduk Soedirman ( Mrican ) di Banjarnegara, Waduk Penjalin di Bumiayu, serta Wasuk Wadaslintang dan Sempor di Kabupaten Kebumen. Menurut Prasetyo, pembukaan kembali pintu-pintu air waduk tersebut akan dilakukan kembali pada bulan Oktober 2915. Pembukaan pintu air itu saat petani sudah akan memulai musim tanam yang memang diperkirakan akan mulai pada bulan Oktober 2015. Tentu dengan catatan, hujan akan mulai turun lagi pada September 2015. Bila bulan itu masih belum turun hujan, berarti pintu air waduk belum dibuka. Namun berkurangnya debit air delapan waduk itu menyebabkan beberapa pembangkit listrik tenaga air yang dioperasikan di beberapa waduk juga akan berhenti produksi listrik. Antara lain seperti pembangkit mikrohidro yang ada di Sempor,Tulis, dan berbagai waduk lain. Hanya PLTA di Waduk Soedirman yang kemungkinan masih akan beroperasi. Itu pun tidak dalam kapasitas penuh. Sebelumnya, Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan bahwa bencana kekeringan yang melanda di sebagian besar wilayahnya kini sudah mencapai tahap darurat. Dan Gubenur mempersilahkan pemerintah daerah yang dilanda kekeringan itu memanfaatkan anggaran untuk kedaruratan mengatasi kekeringan di wilayah masing-masing. Maka semua bisa menggunakan anggara-anggaran respons cepat. Gubenur juga mengatakan itu berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Pemprov Jateng, sebanyak sepuluh persen dari 7.804 desa kini mengalami kekeringan dan warga kesulitan air bersih. Dea-desa itu tersebar di 16 kabupaten/kota, di antaranya, Kabupaten Rembang, Blora, Grobogan, Pati, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Banyumas, Cilacap, Tegal, Pemalang, Purworejo, Jepara, Demak, dan Kebumen. Untuk program jangka panjangm Pemprov Jateng secara bertahap membangun seribu embung di sejumlah daerah darurat air. Sebanyak 500 embung akan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ). Sementara itu Kepala Pelaksanaan Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Jateng, Sarwa Pramana menerangkan, bahwa baru lima daerah yang mengajukan bantuan dana tak terduga kepada Pemprov Jateng. kelimanya adalah, Temanggung, Kendal, Cilacap, Wonogiri, dan Boyolali. Lima daerah itu telah menyatakan siaga darurat kekeringan dan mengajukan anggaran sebesar Rp 8,6 miliar. Dana tak terduga tersebut berfungsi dalam dua program yakni jangka pendek berupa dropping air di daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Sedangkan jangka panjang berbentuk pipanisasi mata air di pegunungan dan pembuatan sumur pantek yang disalurkan ke rumah warga. Menurut Sarwa, keputusan Gubenur menjadi salah satu syarat pencairan dana tak terduga tersebut, sebab lebih dari dua daerah yang berstatus darurat.****

KPU Jawa Tengah Semua Balon Semua Sehat.

Semarang, Hasil tes kesehatan pasangan bakal calon ( Balon ) pimpinan daerah di 20 kabupaten/ kota diJawa Tengah telah diterima Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) masing-masing kota. Hanya Purbalingga yang hingga hari Kamis pada tanggal 6 Agustus 2015. belum menyerahkan hasil tes kesehatan pasangan balon. Hanya kurang Purbalingga saja. Semoga secepatnya bisa diselesaikan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo. Dijelaskan pula oleh Joko keterlambatan Purbalingga dikarenakan proses pendaftaran balon di kabupaten tersebut sempat diperpanjang. Sebelumnya, hingga ditutupnya masa pendaftaran pasangan Balon ke KPU, di Purbalingga, hanya satu pasangan Balon yang mendaftar di KPU. Sedangkan mengenai hasil tes kesehatan pasangan Balon di 20 kabupaten/kota, seluruhnya dinyatakan sehat jasmani dan rohani. Demikian juga dengan tes narkoba. Tidak ada satupun Balon yang diindikasi menyalahgunakan narkoba. Selain itu, KPU telah mengembalikan berkas seluruh pasangan Balon untuk diperbaiki. KPU memberikan waktu tiga hari kepada masing-masing Balon sebelum mengembalikan berkas administrasi ke KPU.****

Thursday, 6 August 2015

Pucuk Pimpinan Kodam IV/ Diponegoro Diganti.

Semarang, Pucuk pimpinan Kodam IV/Diponegoro beralih di pundak Mayjen TNI Jaswandi. Ia menggantikan posisi Mayjen TNI Bayu Purwiyono yang sekarang menjabat sebagai Komandan Jenderal ( Danjen ) Akademi TNI, usai serah terima jabatan (sertijab ) di Mako Devisi I Kostrad Cilodong, pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2016. Mayjen TNI Jaswandi yang kini menjadi Pangdam ternyata memiliki segudang pengalaman termauk di luar negeri. Sekilas tentang perjalanan karirnya, Jaswandi merupakan lulusan Akademi pada tahun 1985.Ia mengawali karirnya melalui kesatuan komando menjadi Danton Kopassus. Pria yang lama berdinas Kopassus ini pernah melaksanakan kunjungan dan penugasan di luar negeri diantaranya Amerika Serikat (USA ), Kores Selatan, Kamboja, RRC dan Venezuela. Anugerah bintang satu diperoleh saat menjabat Wandanjen Kopassus dan jabatan bintang dua diperolehnya saat menjabat sebagai Aspers Kasad. Mantan Asisten Personalia Kasad itu dilahirkan di Blora 55 tahun lalu, Beberapa jabatan yang pernah diemban antara lain Danyon 13 Grup-1 Kopassus, Pabandya Binkar Spers, Pamen Mabes TNI, Pabandya-1/ Patjab PB-III Spers, Waapers Danjen Kopassus, Aspers Danjen Kopassus, Danpusdikpassus Kopassus, Aspers Kesdam XII/Tpr,Aspers Kasdam VI/ Ren Spersad, Pamen Denma Mabesad (Dik), Wadanjen Kopassus Kasdam VIII/Wirabuana dan Aspers Kasad. Prosesi sertijab dipimpin Kepala Staf Amgkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono. Sertijab itu dilakukan bersamaan dengan para pengangkatan perwira tinggi lain di antaranya, Panglima Kostrad, Komandan Kodiklat TNI AD, Panglima Kodam II/Sriwijaya, Pangdam XVI/ Pattimura, Danjen Kopassus, Dankeskoad,Danpuspomad, dan Gubenur Akademi Militer. Mulyono menyampaikan TNI AD akan terus melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel agar tugas yang dibebankan kepada TNI AD lebih optimal. Dijelaskan pula oleh Mulyono bahwa, Sertijab ini dilakukan sebagai konsekuensi logis bergeraknya roda organisasi dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI AD yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan.***

Wednesday, 5 August 2015

Persaingan Pilwakot 2015 Bakal Ketat.

Semarang, Posisi bakal calon yang maju sebagai Wali Kota dan wakil wali kota Semarang kini sudah berimbang. Kompetisinya sudah sejajar sejak Hendrar Prihadi yang dikenal sebutan Hendi berakhir masa jabatannya sebagai wali kota , pada tanggal 19 Juli 2015 lalu. Pencoblosan yang diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang menyisakan waktu masih empat bulan. Waktu empat bulan itu bukan waktu yang pendek untuk persaingan para bakal calon wali kota dan wakil wali kota Semarang. Melihat kondisi sekarang, Hendi dan Soemarmo menjadi sosok bakal calon yang sudah dikenal oleh masyarakat. Akan tetapi,Sigit juga masih memiliki peluang untuk bersaing dengan kedua bakal calon tersebut. Bakal calon lain adalah, Sigit Ibnugroho Sarasprono maupun Soemarmo HS juga sama dengan Hendi. Posisinya sudah sama-sama dengan Hendi. Posisinya sudah sama-sama di luar pemerintahan, kompetisinya sudah sejajar. Khusus untuk calon incumbent, bila hanya diusung oleh PDIP maka partai moncong putih harus bekerja keras dan para sukarelawannya bergerak maksimal. Dinamika politik masih terbuka, kita bisa terkaget-kaget. Semarang ini diam-diam tapi dinamika di bawah karpetnya tinggi. Kemenangan Ganjar pranowo saat Pemilihan Gubenur ( Pilgub ) Jawa Tengah pada tahun 2013 lalu bisa menjadi contoh. Saat itu ada pesaingnya Gubenur incumbent Bibit Waluyo dan Sekda Provinsi Jawa Tengah Hadi Prabowo, tetapi Ganjar Pranowo yang baru saja datang bisa menang. Memang Bibit dan Hadi Prabowo saat itu lebih dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah, tetapi perlu diingat bahwa dikenal belum tentu dipilih. ***