INDENPRES MEDIA ISTANA

Saturday, 28 April 2012

KEPALA DESA SE-PATI TIDAK MAU DISETIR

Pati-Jateng. Pernyataan Ketua Umum Dewan Presidium Nasional Persatuan Rakyat Desa ( Parade ) Nusantara, Sudir Santoso, yang menyatakan Pungutan Suara Ulang (PSU ) Pilkada Pati Jawa Tengah, bila perlu menggagalkan karena dinilai cacat hukum, tidak disambut kompak oleh barisan Kepala Desa ( Kades ) di Pati. Sejumlah Kades Pati menyatakan, terkait PSU, tetap memberi dukungan, karena program pemerintah. Seorang Kades Puri, Kecamatan Pati, Harsono, bersama sejumlah kades lainnya mengatakan, PSU Pilkada Pati ini adalah kerjaan pemerintah. Pemerintah didalamnya ada rakyat dan masyarakat. Pihaknya yakin rekan-rekan Kades lain tidak akan terpengaruh adanya isu agar Kades tidak mendukung PSU. Sejumlah Kades Pati mengatakan, khusus PSU pilkada mereka tidak akan terpengaruh manuver Sudir Santoso. Apa yang dinyatakan Sudir di public, karena ada kepentingan dibalik itu semua. Sehingga langkah Sudir tidak akan diikuti. Parade Nusantara, merupakan wadah perangkat desa. Terkait isu PSU cacat hukum, Harsono mengatakan, bukan urusannya untuk menjawab. Yang jelas, PSU tetap jalan jika ada yang tidak puas itu wajar, dan pasti ada kepentingan dibalik itu semua. Khusus PSU Pilkada Pati, karena ini kepentingan hajatan politik, pemerintah, sambungnya, maka masyarakat harus ikut mendukung dan mensukseskan pelaksanaannya. Menurut Harsono bahwa sampai tidak ikut mendukung, itu namanya pembangkangan. Apalagi kalau tidak mendukung, sebagai Kepala Desa akan menjadi bumerang di desanya. Disinggung sikap Ketum Parade Nusantara Sudir santoso yang tidak mendukung pelaksanaan PSU, Kepala Desa Harsono menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para kades lainnya. Menurut Kades Harsono para Kepala Desa tidak mau disetir Sudir Santoso terkait PSU. Tapi kalau soal kebijakan lainnya, para Kepala Desa masih tetap menghormati, dan akan patuh. Menurut Harsono bahwa, soal PSU Pilkada Pati, lebih baik kerja dan bagaimana bisa mensejahterakan masyarakatnya. Ketua Umum Pareda Nusantara Sudir Santoso mau bermanuver apa, Sudir Santoso sudah jarang di Pati. Sedangkan para Kepala Desa se Pati yang masih di Pati dan aktif ditengah-tengah masyarakat, kalau ada apa-apa berhadapan langsung sama masyarakat Pati Jawa Tengah. ( Andu Nicolas ).

DUA ORANG NARAPIDANA KABUR SIPIR RUTAN JEPARA TERTIDUR.

Jepara-Jateng. Seluruh Sipir yang berjumlah empat orang di Rumah Tahanan ( Rutan ) Jepara diketahui tertidur nyenyak saat dua orang narapidana kabur pada hari Rabu lalu (25/4). Dari hasil investigasi tersebut, menurut Djoko Setiyono selaku Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan (Kadiv Lapas ) Kanwil Kemenkum HAM Jateng, saat kejadian regu jaga berjumlah empat orang,dua di antaranya sudah berusia lanjut dan sebentar lagi pensiun. Menurut Djoko bahwa, mereka berjaga 12 jam, dari Selasa lalu ( 24/4 ) pukul 18.00 WIB hingga Rabu lalu ( 25/4 ) pukul 06.00 WIB. Saat kejadian mereka tertidur dengan lelap dikarenakan kecapaian. Keteledoran dan kelalaian para sipir tersebut terekam dari Closed Circuit Television ( CCTV ). Dua orang narapidana yang menghuni kamar nomor 18 rumah tahanan Jepar, di Jalan Ahmad Yani Jepara, adalah Moh Soleh, warga Desa Sukosono Kecamatan Tahunan, kabupaten Jepara , dan Joni, warga Solo, kabur setelah berhasil menggergaji terali besi pada hari Rabu lalu ( 25/4 ) sekitar pukul 04.30 WIB, Seorang perempuan asal desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, I umur 48 tahun, yang diduga membantu dalam pelarian kedua narapidana tersebut diperiksa di mapolres Jepara. Djoko menambahkan pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap para sipir dan pihak-pihak lain yang terbukti lalai saat menjalankan tugas. Akan tetapi, Djoko tidak menjelaskan lebih detail sanksi apa yang akan diberikan tersebut. Menurut Djoko sistim pengawasan di Rumah Tahanan Jepara masih menggunakan secara manual. Petugas belum dilengkapi alat detektor yang berfungsi untuk mengecek barang-barang yang tidak diperbolehkan masuk ke rutan. Diperjelas oleh Djoko bahwa, kondisi teralis besi keadaannya juga sudah keropos dan tidak kuat. Ini menjadi faktor lain yang memudahkan terali besi itu digergaji oleh dua orang narapidana. ( Andu Nicolas ).

POLDA JATIM : POLRES NGAWI DIJADIKAN POLRES PERCONTOHAN


Thursday, 26 April 2012

SEMARANG MENGGELAR KOMPETISI AFSC.

Semarang-Jateng. Semarang Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar perhelatan akbar. Akan dimulai pada tanggal 24 sampai dengan 29 April 2012 bertempat di Grand Candi Hotel diadakan Kompetisi APEC Future Scientist Comference ( AFSC ) yang ke 4.Kompetisi ini dihadiri oleh Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Selandia baru, Australia, Amerikat Serikat, Kamboja, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, Cina, Hongkong, Filipina, Taiwan dan Swedia. Jumlah peserta sebanyak 120 orang yang terdiri dari 80 siswa SMA dan 40 mentor. Hal itu diungkapkan oleh President Society of Internasional Gifted in Science San Chun Lee. Dijelaskan pula oleh Sang Chun Lee bahwa, tema kompetisi kali ini adalah The Science of Water. Tema ini diangkat sebagai fokus Unesco untuk mengembangkan tiga tema besar di tahun 2012, yaitu masalah energi, karbon dioksida, dan science water dalam rangka program saving earth. Lebih lanjut, Sang Chun Lee juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menciptakan jaringan pemuda yang nantinya akan dipersiapkan menjadi ilmuwan di masa depan negara-negara APEC untuk bisa bekerjasama dengan pemuda lain. Hal ini karena negara-negara APEC saling memiliki keterkaitan geografis. Dari 120 peserta nanti akan dikompetisikan ide-idenya untuk berlomba memperebutkan Juara I sampai Juara III. Di kesempatan terpisah, Wakil Walikota Semarang Hendar Prihadi mengatakan, bahwa jajaran pemerintah Kota Semarang sangat mengapresiasi acara ini, karena dari kompetisi semacam inilah bisa ditumbuhkan jiwa ilmuwan yang akan menjadi tulang punggung bangsa. Diharapkan pula siswa dari Indonesia bisa bersaing dengan siwa-siswa dari negara lain. Sementara itu Kementerian Riset dan Teknologi, yang diwakili oleh Deputi Menristek Bidang Jaringan Iptek, Amien Subandrio menegaskan, Indonesia memiliki dua platform untuk mendukung ilmu pengetahuan bagi generasi muda. yang pertama rencana pembangunan jangka menengah 2010 sampai 2014 yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam iptek. Dan yang kedua masterplan percepatan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia yang terdiri dari tiga pilar, yaitu pengembangan potensi ekonomi melalui koridor ekonomi, penguatan konektivitas nasional dan penguatan kemampuan SDM dan iptek nasional. ( Andu Nicolas ).

UN BELUM SELESAI SUDAH DIMINTAI SUMBANGAN.

Semarang- jateng. Ujian Nasional ( UN ) belum usai, namun sejumlah satuan pendidikan sekolah sudah melakukan pungutan kepada anak didiknya. Dengan alasannya uang tersebut untuk perpisahan dan kenang-kenangan guru. Lebih ironisnya, besaran sumbangan tersebut sudah ditentukan pihak sekolah tanpa melibatkan orangtua murid. UN saja belum selesai sudah ditariki sumbangan. Seakan-akan sudah menjamin anak didiknya lulus. Hal itu diungkapkan oleh seorang orangtua murid dan tidak mau menyebutkan jati dirinya. Dalam surat edaran yang dibuat oleh Sekolahan SMP 11 isinya meminta sumbangan sebesar Rp 150 ribu, dalam surat tersebut juga ada surat pernyataan kesanggupan membayar.tidak ada rinciannya untuk apa, tapi hanya menyebutkan untuk perpisahan dan kenang-kenangan guru. Penarikan sumbangan perpisahan diduga dilakukan oleh SMP 11 yang berada di Jalan Karangrejo Semarang. Warga Kelurahan Jangli Semarang itu mengatakan, penarikan sumbangan melalui sepucuk surat yang dititipkan kepada muridnya. Surat tersebut dikirimkan jauh-jauh hari sebelum UN berlangsung. Pembayarannya tidak dilakukan serta merta. Orangtua murid diberi tenggang waktu tertentu. Menurut pria yang tidak mau menyebutkan jati dirinya mengatakan, sebelum UN sudah diinstruksikan untuk membayar Rp 50 ribu, sebagai uang muka. Sementara pelunasannya minggu ketiga bulan April atau sebelum UN. Dijelaskan pula oleh pria tersebut, pungutan sangat terlalu dini dan juga sangat menyayangkan dalam surat tersebut sudah ditetapkan nominal yang harus dibayar oleh orangtua murid. Tanpa melalui musyawarah atau persetujuan orangtua murid. Yang namanya sumbangan seharusnya sukarela tapi ini sudah ditetapkan dan bersifat wajib. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin, saat dihubungi tidak ada ditempat, staf kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang sedang keluar kantor. Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo akan meminta klarifikasi pihak sekolah terkait masalah pungutan tersebut. Mestinya tidak boleh, misalnya mau menarik sumbangan, ya melalui rapat dan dilakukan setelah siswa lulus. Menanggapi masalah tersebut, Ketua DPC Gerindra Kota Semarang Suharyanto mengaku sangat prihatin. Suharyanto menilai pungutan ini terlalu dini. Pihak sekolah sengaja memanfaatkan psikologis siswa dalam pelaksanaan UN. Pihak sekolah akan memanfaatkan kegalauan orangtua murid. Dengan penyodoran sumbangan sebelum pengumuman membuat mereka berpikir kalau tidak membayar takut tidak diluluskan. Menurut Suharyanto, sumbangan lulusan sah-sah saja selama tidak bersifat memaksa. Lebih bijaksana jika sumbangan tersebut dilakukan setelah pengumuman. Dengan begitu orangtua murid menganggap sumbangan itu sebagai rasa syukur anaknya lulus. Suharyanto juga menyayangkan pihak sekolah sudah menetapkan nominalnya yang harus dibayarkan orangtua murid. Hal itu dinilai sepihak karena tidak melalui musyawarah dengan melibatkan orangtua murid. Yang namanya sumbangan sukarela, tidak ditentukan dan diwajibkan. ( Andu Nicolas ).

POLDA JATIM ; POLRES NGAWI JADIKAN PERCONTOHAN. PENYIMPANGAN SUBSIDI BBM DIBIARKAN.

Ngawi-Jawa Timur. Menurut rencana Polda Jawa Timur bahwa Polres Ngawi dijadikan sebagai polres pecontohan, tapi masih rawan dengan penyimpangan BBM bersubsidi mengingat banyaknya para oknum yang berada dibelakang layar sebagai orang yang memback up antara lain oknum Polres itu sendiri dengan pangkat Perwira Polisi dan juga punya kedudukan paling stratigis di Polres Ngawi Jawa Timur. Ketika investigasi di lapangan menemukan pembeli bensin dan solar dengan cara menggunakan jerigen yang tidak jelas peruntukan ini terjadi di SPBU No 5463208 yang terletak di Mantingan Ngawi Jawa Timur. Dengan adanya penyimpangan tersebut khususnya Polres Ngawi tidak bertindak, mungkinkah terkesan melindungi penyimpangan SPBU Mantingan Ngawi Jawa Timur. Menurut informasi yang sempat dikumpulkan bahwa SPBU itu juga pemiliknya juga anggauta DPRD Ngawi Jawa Timur. Tiem investigasi menemui salah satu seorang yang sedang melakukan transaksi pembelian bensin dan juga tidak mau menyebutkan jati dirinya mengatakan, ternyata pembeli tidak dilengkapi dengan surat-surat yang diterbitkan dari Desa mengetahui Camat dan Departemen Perdagangan setempat untuk ijin Pembelian BBM bersubsidi dari pemerintah untuk kepentingan masyarakat kecil. Dalam hal tersebut penyimpangan juga merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola SPBU No 5463208 Mantingan Ngawi Jawa Timur karena dari para petugas lapangan sebagai operator dan pengawas tidak pernah menanyakan surat-surat yang diperlukan oleh para pembeli BBM bersubsidi yang dimaksudkan. Didalam pemantauan investigasi ternyata masih banyak hal tersebut wilayah Provinsi Jawa Timur yang belum memenuhi persyaratan. Jika hal ini di diamkan oleh Polres Ngawi dan juga sebagai polres percontohan oleh pengusaha BBM bersubsidi yang dilakukan oleh SPBU No 5463208 Mantingan Ngawi Jawa Timur telah melanggar Undang-Undang tentang Migas Nomor 22 Tahun 2011 Pasal 55 yang menyatakan bahwa, barang siapa yang menyalah gunakan Penjualan Migas Bersubsidi baik premium maupun solar menjual diluar ketentuan yang telah ditentukan oleh pelanggaran diancam hukuman penjara selama-lamanya 6 tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 60 miliar. Pengawasan terhadap SPBU No 5463208 Mantingan Jawa Timur yang lebih ketat lagi agar supaya tidak terjadi penyimpangan bahan bakar minyak bersubsidi yang seharusnya dijual untuk kepentingan rakyat kecil tapi justru dijual kepada orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memetingkan keperluan pribadi demi kesenangan sendiri. Sementara itu investigasi ingin konfirmasi dengan Kapolres Ngawi Jawa Timur AKBP Edy Junaedi belum bisa ketemu. Oleh staf Polres Ngawi bahwa, Kapolres sedang rapat tidak mau diganggu siapa pun. Informasi yang sempat dikumpulkan bahwa AKBP Edy Junaedi menjabat sebagai Kapolres Ngawi Jawa Timur baru. Sampai saat ini berita diturunkan belum ada tanda-tanda untuk melakukan pemeriksaan pelanggaran penyimpangan BBM bersubsidi yang dilakukan SPBU No 5463208 Mantingan Ngawi Jawa Timur oleh pihak berwajib adalah Polres Ngawi Jawa Timur yang dikatakan bahwa Polres Ngawi sebagai Polres percontohan. (Andu Nicolas ).

Wednesday, 25 April 2012

SISWI SMK KABUR DENGAN TEMAN FACEBOOK.

Semarang-Jateng Seorang Siswi SMK nekat kabur dari rumahnya dengan teman facebook. Nama siswi SMK bernama Selvia Ferana umur 17 tahun, asal warga Jalan Sadewa Utara I no 10, Kelurahan Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah. Diduga. kepergian gadis tersebut bersama pacar baru yang dikenalnya lewat facebook. Menurut orang tua Selvia bernama Rahono umur 42 tahun menceriterakan bahwa anaknya sudah tidak masuk sekolah. Dari rumah berangkat kesekolah memakai seragam sambil membawa tas lalu pamit berangkat sekolah. Hingga malam anaknya tidak kunjung pulang ker rumah. Kekhawatirannya memuncak ketika tiba tengah malam pun belum datang dan saat dihubungi lewat Handpone pun tidak diangkat. Malam sebelum pergi Selvia dilihatnya menangis. Namun ketika ditanya Selvia tidak mau menjawab. Berfikir tidak ada masalah serius Rahono membiarkan anaknya menangis. Diungkapkan oleh Rahono bahwa mungkin karena masalah pribadi. Menurut Rahono bahwa, akhir-akhir ini seorang pria yang bernama Mamek sering datang ke rumah. Dan Selvia mengaku kalau Mamek adalah pacar barunya yang dikenalnya melalui Facebook. Kebinguan mencari anak kesayangannya akhirnya orang tua Selvia melapor ke polisi. Harapannya supaya Selvia cepat pulang. Ketika orang tuanya menghubungi lagi melalui handphone Selvia dan ternyata diangkatnya. Bahkan sempat memberitahukan kalau keadaannya baik-baik saja. Namun dari suaranya mencurigakan karena nadanya seperti ketakutan. Saat ditanya tentang keberadaannya Selvia langsung menutup telepon. Orang tuanya Selvia kemudian berinisiatif menghubungi beberapa teman dekat dan pihak sekolah. Namun hasilnya juga nihil. Menurut Rahono bahwa ciri-cirinya adalah tinggi Selvia sekitar 160 cm, rambut panjang, wajah lonjong, kulit sawo matang, pipi kiri bekas jahitan. Ketika meninggalkan rumah Selvia masih berseragam sekolah. (Andu Nicolas ).