INDENPRES MEDIA ISTANA

Saturday, 21 April 2012

KOTA LAMA BISA MENGEMBALIKAN KEJAYAAN LAGI.

Semarang-Jateng. Oen's Semarang Foundation diluncurkan dan diresmikan di Toko Oen, Jalan Pemuda Semarang Tengah, baru-baru ini. Yayasan yang akan mengembalikan kawasan Kota Lama itu diharapkan bisa mengembalikan kejayaan kawasan yang sudah lama terbengkelai. Yayasan akan memperjuangkan pengembangan kawasan Kota Lama agar Semarang bisa menjadi kota yang diperhitungkan di kancah internasional.Semoga tidak hanya menjadi sebuah cita-cita. Pada bulan Juni nanti akan Belanda untuk promosi. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Oen' Semarang Foundation, Harini Krisniati. Dikatakan pula oleh Harini, jika sejarah Kota Lama akan hilang jika sudah tidak ada lagi yang peduli. Menurutnya dibutuhkan komitmen untuk bersama-sama membangun kawasan itu. Oleh karena itulah, lanjut Harini yayasan akan merangkul berbagai pihak untuk diajak bekerja sama , mulai dari pemerintah, warga, komunitas, para ahli sejarah dan bangunan, hingga investor. Dikatakan oleh Harini, yayasan akan memperjuangkan pengembangan kawasan Kota Lama agar Semarang bisa menjadi kota yang diperhitungkan di kancah internasional. Semoga tidak hanya menjadi sebuah cita-cita. Bulan Juni mendatang akan ke Belanda untuk keperluan promosi. Oen's Semarang Faundation diresmikan dengan penandatangani prasasti, pelepasan balon, dan pengguntingan pita oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Kota Semarang, Bambang Haryono. Acara dimeriahkan dengan penampilan penyanyi senior, Henny Purwonegoro' yang juga pelanggan Oen's. Salah satu anggauta Oen's Semarang Foundation, Gilbert Megaradjasa menyatakan, kawasan Kota Lama akan dikembangkan dengan konsep wisata. Pada tahun 2018, diharapkan kegiatan pariwisata sudah berjalan dan Kota Lama bisa menjadi magnet bagi wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Dan sesuai dengan visi Oen's Semarang Foundation pada tahun 2020 menjadi warisan peninggalan dunia yang diakui UNESCO. Sementara itu salah satu anggauta Oen's Foundation. Kriswandono, menyatakan Toko oens dan keluarga oen bisa menjadi contoh bagus dalam hal konservasi terbukti dari cara mereka mempertahankan Toko Oen dan upaya-upaya yang digagas keluarga itu untuk menyelamatkan Kota Lam. Gilbert Megaradjasa dan Jenny Kalalo merupakan anggauta keluarga oen yang menjadi penggagas Oen's Semarang Fondation Menurut Jenny Kalalo toko Oens telah memberikan banyak pelajaran. Bukan hanya bangunanny, melainkan juga keluarganya Oen telah 76 tahun mempratekkan teori pelastarian. ( Andu Nicolas ).

PERSIDANGAN SOEMARMO BELUM DITENTUKAN TEMPATNYA.

Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menentukan lokasi digelarnya persidangan terhadap Walikota Semarang Soemarmo HS, dan Ketua DPRD Jawa Tengah, Murdoko. Keduanya saat ini masih ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, terkait kasusnya masing-masing. Penahanan tersebut dilakukan usai keduanya diperiksa sebagai tersangka dalam perkaranya masing-masing. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, penahanan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah proses penyidikan oleh penyidik KPK. Soemarmo tersandung kasus dugaan suap RAPBD Semarang tahun 2012, dan Murdoko yang terbelit kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan rekening giro Pemkab Kendal pada tahun 2003. Selama ini, KPK melakukan penyidikan terhadap perkara keduanya di Jakarta. Beberapa saksi diperiksa KPK di Semarang, namun beberapa saksi lainnya diperiksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Jakarta. Menurut Bambang, untuk semuanya demi efektivitas dan efisiensi penyidikan saja. Karena penyidik lengkap di Jakarta, ketimbang harus menerjunkan tim ke Semarang. Meski pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka,serta penahanan dilakukan di Jakarta, namun KPK tidak berani memastikan bahwa persidangan terhadap Soemarmo dan Murdoko akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Bambang menyatakan, saat ini pihaknya masih fokos untuk menyidik kasus yang membelit kedua pejabat publik tersebut. Informasi yang sempat dikumpulkan bahwa dalam persidangan Soemarmo HS dan Murdoko lebih baik dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, untuk menghindari intervensi pihak-pihak tertentu yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi dalam persidangan Tipikor Semarang. ( Andu Nicolas ).

DANIEL TOTO INDIYONO DIPERIKSA KPK LAGI.

Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan anggauta DPRD Kabupaten Kendal, Daniel Toto Indiyono. Daniel diminta memberikan kesaksiannya untuk tersangka Ketua DPRD Jateng Murdoko kasus dugaan korupsi penggunaan dana rekening giro Pemkab Kendal pada tahun 2003. Tidak seperti pemeriksaannya terdahulu yang dilakukan di Aula Direktorat Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Jateng, kali ini Daniel diperiksa Gedung KPK Jakarta.Terkait lokasi pemeriksaan hanyalah teknis. Tidak ada alasan khusus. Semuanya hanya soal pertimbangan teknis. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi SP dan membenarkan adanya pemanggilan Daniel untuk kali kedua. Yang bersangkutan dipanggil lagi untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka Murdoko. Kasus itu telah menyeret mantan Bupati Kendal,Hendy Boedoro, dan mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kendal, Warso Susilo. Hendy telah divonis 7 tahun, sedangkan Warso 3 tahun penjara. KPK menetapkan Murdoko sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana rekening giro Pemkab Kendal Jawa Tengah sebesar Rp 3,9 miliar, Saat kejadian, Murdoko merupakan anggauta DPRD Kota Semarang periode 1999 sampai 2004. ( Andu Nicolas ).

Friday, 20 April 2012

KASUS BAPERJAKAT BAHAYANGAN BERHENTI DI JALAN.

Semarang- jawa Tengah. Paska ditangkapnya Walikota Semarang Soemarmo HS, nampaknya merasa lega bagi pegawai negeri sipil Pemkot Semarang. Betapa tidak, dalam mutasi jabatan diduga ada peran penting yang dilakukan oleh orang kepercayaan Soemarmo dalam memperjual belikan jabatan. Dengan tertangkapnya Soemarmo itulah para PNS mengharapkan penggantinya nanti untuk lebih mencermati dalam mutasi jabatan. Tidak pilih kasih sesuai prestasi dan kemampuan yang ada. Ketika Walikota Semarang Soemarmo HS belum ditangkap, ada dugaan tiga stafnya diantaranya Solikin, Dwi Arti Handayani, Yuni staf dari BKD diduga ikut bermain peranannya sebagai Baperjakat bayangan. Dalam investigasi di lapangan bahwa,untuk bisa naik eselon membayar sekitar puluhan hingga ratusan juta. Padahal, jika dirunut, penghasilan PNS tidak seberapa. Inilah yang menjadikan soal bagi kalangan PNS yang telah mempunyai seabrek prestasi tetapi tidak ada harganya. Hanya uang....uang dan uang saja sehingga bukannya menjadi peminpin yang baik malah rusak moralnya. Ketika akan dikonfirmasi diduga ikut terlibat sebagai beperjakat bayangan. Solikin tidak ada ditempat. Sementara Yuni saat ditemui juga tidak ada ditempat. Menurut sumber dilingkungan Pemkot Semarang yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, bahwa jika ada stafnya yang kurang cocok ketiga staf tersebut seperti Wiwik, Yuni, dan Solikin, maka mereka tidak segan-segan memindahkan dari jabatannya. Contohnya saja, beberapa SKPD merupakan kepala dinas karbitan. Lihat saja saat menjadi saksi di pengadilan Tipikor Semarang. Mereka sangat-sangat melenceng dari BAP. Sudah tahu disumpah Alquran bahwa jika memberikan keterangan palsu mereka malah nekat. Sudah banyak para PNS korban dari ketidak cocokan ketiga orang yang dipercaya itu. Nantinya untuk Walikota Semarang yang menggantikan Soemarmo agar mengusut tuntas tentang oknum dalam menjual belikan jabatannya. Sampai berita diturunkan bahwa kasus baperjakat tidak diteruskan keranah hukum dan terdeksi bahwa kasus tersebut dipetieskan oleh oknum-oknum yang pro dengan tiga orang kepercayaan Soemarmo HS. ( Andu Nicolas )

SELAMA 108 TAHUN RA KARTINI DI PERISTIRAHATANNYA.

Rembang-Jawa Tengah. Setiap tanggal 21 April, selalu diingat oleh masyarakat seluruh Indonesia, karena telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Kartini. dan juga tepat Raden Ajeng (RA) Kartini dilahirkan. Sejak dua hari terakhir peziarah yang mengisi buku tamu di kompleks makam Kartini sudah mencapai ribuan orang, dan puncak ritual tersebut akan berlangsung pada tanggal 21April dengan membacakan doa tahlil bersama dan mendengarkan pengajian umum. Seperti pada peringatan Hari Kartini tahun-tahun sebelumnya, tanpa diundang berbondong-bondong mengunjungi makam isteri selir mantan Bupati Rembang Adipati Ario Singgih Djojo Adiningrat yang terletak di atas pebukitan Desa Bulu, Kecamatan Bulu, atau sekitar 20 kilometer arah selatan Kota Rembang. Tujuan mereka sama, yaitu mengirim doa dan hormat kepada leluhurnya yang dikenal sebagai pejuang ketertinggalan kaum wanita. Keramaian Hari Kartini juga terjadi di tiga tempat lainnya, pertama di kawasan hutan lindung Desa Mantingan, Kecamatan Bulu. Ada yang menarik dari peringatan Hari Kartini di Rembang, ratusan siswa SD, SMP, dan SMA mengikuti perkemahan di sekitar makam RA Kartini. Setelah acara ritual selesai, para siswa yang mengikuti perkemahan tersebut juga mengakhiri kegiatannya. Di Museum Kartini yang menempati seluruh pendopo kabupaten dan rumah dinas bupati juga banyak pengunjungnya. Di tempat ini pengunjung bisa melihat barang pribadi Kartini, seperti baju, piring, gelas, gothekan ( tempat jamu), meja untuk merawat bayi, meja rias, buku Habis Gelap Terbitlah Terang terjemahan Armin Pane, tempat mandi, dan meja makan. Satu lagi tempat rekreasi yang ramai pengunjungnya di saat Hari Kartini, yaitu Taman Rekreasi Pantai Kartini yang berdampingan dengan Gedung DPRD dan Setda Rembang. Selain itu juga di tempat museum Kartini terdapat tempat tidur Kartini yang menjadi saksi kelahiran anak tunggalnya, RM Soesalit juga tersimpan rapi di museum. Selain foto Kartini hasil cetak ulang, lukisannya, dan sisilah keluarganya. RA Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, dan meninggal pada tanggal 17 September 1904 di Rembang, dan dimakamkan di Desa Bulu KecamatanBulu, Rembang. Berarti sudah 108 tahun RA Kartini di tempat peristirahatannya. ( Andu Nicolas ).

KASUS JUDI LIBATKAN PENGURUS GOLKAR.

Karanganyar- Jateng. Polres Karanganyar diduga menyembunyikan kasus penggerebekan dan penangkapan perjudian yang dilakukan di Kantor DPD Partai Golkar Karanganyar jawa Tengah. Dalam investigasi di lapangan bahwa yang ditangkap dalam penggrebekan saat itu adalah Daryatno, pengurus Golkar Kecamatan Jumantono Supoyo, seorang penjaga malam dan dua staf administrasi yang bertugas di kantor tersebut. Salah satu seorang pengurus parpol yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa sampai saat ini ternyata belum ada tindak lanjutnya dan terkesan disembunyikan dari publiksasi media. Menurut informasi yang sempat dikumpulkan bahwa rasa keadilan masyarakat, toh selama ini sudah banyak PNS yang ditangkap karena kasus perjudian juga diungkap. Guru terlibat judi juga dibeberkan ke media. Masak ini gara-gara anggauta parpol, malah didiamkan. Mana keadilan Polisi ? Kasusnya sudah berkembang simpang siur. Ada yang menyebutkan anggota DPRD ada yang menyebut pengurus Golkar. Ini yang sebetulnya bisa diluruskan dengan pemberitaan yang betul dari Polres Karanganyar Jawa Tengah. Kapolsek Karanganyar Kota AKP Sodikun yang ditanya tentang kasus itu menjawab, penangkapan dilakukan oleh petugas Reskrim Polres Karanganyar Jawa Tengah. Pihaknya hanya mendampingi dan kasusnya langsung ditangani Reskrim Polres Karanganyar Jawa Tengah. Penjelasan dari Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Joko Satriyo Utomo.malah meminta menghubungi Kasubag Humas AKP Joko Waliyono, karena yang ditugasi berhubungan dengan media massa. Sayangnya, kasus tersebut dipingpong. Saat Kasubag Humas, mengatakan belum menerima data dari Kasat Reskrim. Namun Joko Waliyono mengatakan kasus ituterjadi sekitar sepekan lalu, dan kini keempat tersangka sudah diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Surakarta. Suparmi, salah seorang pengurus Partai Golkar Karanganyar Jawa Tengah mengatakan, mendengar ada kasus itu. Bahkan beberapa konstituen juga banyak telepon, karena isunya menyangkut anggauta DPRD Karanganyar Jawa Tengah. Selama ini Polres Karanganyar Jawa Tengah termasuk paling mudah membuka informasi soal penangkapan kejahatan. Kalau hanya berkaitan dengan parpol kemudian disembunyikan malah dipetieskan, sangat disayangkan. Sampai berita diturunkan bahwa kasus tersebut disembunyikan oleh Polres Karanganyar Jawa Tengah suatu presiden buruk citra polisi. Dengan kasus ini adalah suatu tantangan bagi kepolisian untuk menjaga citra polisi itu sendiri. ( Andu Nicolas ).

ANGLINGKUSUMO MENJADI BONEKA POLITIK BAGI PEMERINTAH PUSAT,

JJogjakarta. Penobatan Kanjeng Haryo (KPH) Anglingkusumo sebagai Pakualam IX oleh Masyarakat Adikarto Kulonprogo dan Masyarakat Hukum Adat Sabang-Merauke ditolak mentah-mentah oleh Paguyuban Kepala Dukuh se Gunungkidul Janaloka. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Janaloka, Sutiyono. Bahkan, Sutiyono menganggap Anglingkusumo hanya menjadi boneka politik bagi pemerintah pusat, terkait dengan RUUK DIJ. Setelah masyarakat menilai bahwa ada perpecahan di internal Keraton dan Puro Pakualaman, lanjut Sutiyono, pemerintah pusat seperti mendapat angin untuk mendukung pro pemilihan. Menurut Sutiyono, mereka berharap rakyat akan mendukung pemilihan Gubenur DIJ. Dan Anglingkusumo adalah boneka dan antek pemerintah pusat. Pengangkatan KPH Anglingkusumo sebagai Paku Alam IX hanya sebuah strategi pemerintah pusat dan gerakan pro pemilihan. Pengangkatan itu, memberi citra buruk Kraton Ngayogyakarta & Puro Pakualaman yang rentan perebutan kekuasaan dan konflik internal, padahal tidak ada. Sutiyono menjelaskan, bahwa pengangkatan itu hanya strategi politik untuk mendukung pro pemilihan. Gerakan pemerintah pusat ini seperti tidak menggunakan akal sehat. Terkait dengan kunjungan Kanjeng Pangeran Haryo ( KPH) Anglingkusumo yang terus menggalang dukungan dengan bersilaturahmi ke tokoh agama di Kulunprogo, Sutiyono menganggap itu hanya pembentukan pencitraan. Sementara itu, Ketua Senopati Mataram di Gunungkidul, Agus Joko Kriswanto enggan berkomentar banyak terkait pengangkatan KPH Anglingkusumo. Menurut Agus konflik Pakualaman adalah konflik internal Puro Pakualaman. Pihaknya mengaku tidak ingin ikut campur.Namun, Senopati Mataram tetap akan eksis untuk berjuang mempertahankan Keistimewaan DIJ Dijelaskan oleh Ketua Paguyuban Kepala Dukuh se- Kulonprogo MADUKORO, Mugiyono yang hadir pengukuhan hanya10 orang alias beberapa orang. Padahal untuk jadi raja Paku Alam ada pangeran dan sistim serta tata cara di Pakualaman atau kesultanan. Untuk kunjunganke Kyai tokoh agama, dan ulama hanya mencari citra. Padahal tidak ada yang mendukung. Ini hanya untuk memecah keistimewaan Jogjakarta. Salah satu keistimewahan Jogjakarta yaitu Sultan adalah Gubenur dan Gubenur adalah Sultan dengan prosesi penetapan. ( Andu Nicolas ).