INDENPRES MEDIA ISTANA

Monday, 16 April 2012

DEKLARASI DPW PARTAI SRI JAWA TENGAH.

Semarang-Jateng. Persiapan sejumlah partai menghadapi Pemilu 2014 terus dilakukan. Salah satunya oleh DPW Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) Jawa Tengah. Partai yang akan mengusung Sri Mulyani Indrawati sebagai capres pada pilpres 2014 mendatang siap diverifikasi. Meski pihaknya menargetkan sebelum dilaksanakan verifikasi KPU, seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah sudah ada kepengurusannya lengkap hingga tingkat kecamatan. Demikian penjelasan dari Ketua DPW Partai SRI Jawa Tengah Setiawan. Menurut Setiawan bahwa Partai SRI telah membentuk kepengurusan DPD di 32 kabupaten yang ada di Jawa Tengah.Dengan demikian tinggal tiga daerah yang belum memiliki pengurus. Selain membentuk pengurus ditingkat kabupaten, Partai SRI juga sudah melakukan gerilya dengan membentuk 289 pengurus kecamatan di Jawa Tengah. Pihaknya juga terus aktif dalam melakukan perekrutan anggauta baru dengan turun langsung ke desa-desa. Tiga daerah Kabupaten Brebes, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Total ada 573 kecamatan di Jawa Tengah, dan target sebelum tanggal 6 Mei 2012 pembentukan cabang di tingkat kecamatan selesai smua. Khusus untuk wilayah Jawa Tengah, pihaknya berjarap dari daerah inilah suara partai bisa digali semaksimalkan mungkin. Apalagi tokoh yang diusung untuk menjadi calon presiden, bisa dikatakan sebagai tokoh kelahiran Jawa Tengah Sementara Sekretaris Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Sri. Yoshi Erlina mengatakan, setelah mendapat surat verifikasi dari Depkumham) pihaknya terus aktif melakukan konsolidasi ke daerah-daerah. Tujuannya untuk penggalangan anggauta sebelum mengikuti proses verifikasi KPU. Saat, pihaknya juga telah melakukan pembentukan pengurus wilayah di 33 pengerus wilayah di 33 provensi Jawa Tengah, 495 kabupaten / kota, serta 3.500 kecamatan. Menurut DPW Partai SRI bahwa Ibu Sri Mulyani Indrawati memiliki kedekatan emosional dengan Jawa Tengah, berharap teman-teman Jawa Tengah khusus di kota Semarang dan sekitar bisa mendorong beliau menjadi presiden Repbulik Indonesia. Khusus wilayah Jawa Tengah, pihaknya berharap dari daerah inilalah suara partai bisa digali semaksimalkan mungkin. Apalagi tokoh yang diusung untuk menjadi calon presiden, bisa dikatakan sebagai tokoh kelahiran Jawa Tengah. ( Andu Nicolas ).

MENDAGRI PERHATIKAN ASPIRASI RUU PEDESAAN.

Semarang-Jateng. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi diminta untuk memperhatikan dengan serius aspirasi kepala desa dan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Desa ( Parade) Nusantara yang mengusulkan beberapa point krusial dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pedesaan. Dari RUU Pedesaan yang ada, ada dua substansi yang belum masuk atau sengaja tidak dimasukkan oleh pemerintah, yakni tentang periodisasi jabatan kepala desa dan anggaran yang diperuntukkan khusus bagi pembangunan pedesaan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR, Priyo Badi Santoso. Dijelaskan pula oleh Priyo bahwa, kepala desa bekerja bisa dikatakan 24 jam sehari, dan tidak kenal hari libur. Jam berapapun warganya perlu bantuan, kepala desa harus selalu siap. Oleh karena itu, sudah selayaknya periodisasi jabatan kepala desa ditambah dari 6 tahun menjadi 8 atau bahkan 10 tahun. Menurut Priyo saat ini periodesasi jabatan kepala desa belum ada ketentuan yang sama dari pemerintah pusat, sehingga sering berbeda antara daerah satu dengan yang lain. Periodesasi jabatan kepala desa perlu diperhatikan secara khusus dan harus dimasukkan mengingat jabatan kepala desa berbeda dengan kepala daerah atau anggauta legislatif. Sedangkan untuk anggaran khusus bagi desa, sudah selayaknya masyarakat desa mendapat alokasi khusus sehingga bisa membangun desanya dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dana ini harus melalui mekanisme yang benar dengan melalui rekening bupati. Namun bupati tidak bisa seenaknya sendiri memotong dana itu. Jadi harus utuh untuk pembangunan desa. ( Andu Nicolas ).

GENG MOTOR SUDAH MERAMBAH SEMARANG POLISI MEMBLE.

Semarang-Jateng. Dikawasan Stadion Tri Lomba Juang, Mugas Semarang Selatan, terutama pada malam hari. Acapkali terjadi tindak kriminal, mulai dari pembegalan hingga perampasan sepeda motor. Dan menurut investigasi di lapangan bahwa polisi yang biasanya patroli tapi nyatanya tidak pernah dipatroli di Jalan Tri Lomba Juang Mugas Semarang Selatan. Geng motor sudah mulai bikin ulah di Kota Semarang dengan perampasan sepeda motor milik Panca Satria Aditma umur 29 tahun, warga Jalan Mugas Semarang, baru-baru ini. Tindak kejahatan itu terjadi di dekat rumah Panca, tepatnya di depan kios tambal ban di sekitar Stadion Tri Lomba Juang. Dalam kejadian itu sekitar 02.30 WIB, sepeda motor Yamaha Mio warna merah H 3932 AAG milik Panca dirampas oleh kelompotan Geng Motor. Saat kejadian tersebut tidak ada patroli dari Kepolisian. Menurut Panca bahwa serangan mendadak itu membuat Panca lari tunggang langgang. Yamaha Mio miliknya pun ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian. Panca yang tidak ingin babak belur akhirnya dapat lolos dari kepungan puluhan pemuda tidak dikenal. Panca mengisahkan, peristiwa ini bermula ketika Panca dan sejumlah temannya nongkrong di dekat kios tambal ban. Tak lama berselang sekitar 30 orang yang berboncengan mengendarai sejumlah sepeda motor menghampiri. Mereka langsung turun dan menuduh Panca telah mencuri helm. Dan Panca sudah menampik tuduhan, namun mereka tanpa alasan langsung menyerang Panca. Setelah beberapa lama kemudian, Panca kembali ke tempat kios tambal ban. Sesampainya di sana ternyata motor Panca sudah hilang. Sebelum, Sabtu lalu (14/4 ) sekitar 02.30 WIB, seorang mahasiswa menjadi korban pembacokan dan perampasan sepeda motor diJalan Kelud Raya, Sampangan. Korban bernama Krisnatama Adi Wicaksana umur 20 tahun, warga Jalan Gedawang Raya, Kelurahan Gedawang, Banyumanik Semarang Selatan, .Krisnatama menderita luka pada bagian tangannya dan Yamaha Mio dengan nomor polisi 5999 ZG miliknya raib dibawa kabur pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang. Saat itu, Krisnatama pun seketika menepikan kendaraan. Salah satu pelaku yang membawa parang langsung menghampiri dan meminta Krisnatama menyerahkan kendaraannya. Sejumlah teman korban tak dapat berbuat banyak lantaran takut pelaku mengancam dengan menggunakan parang. Dalam pemantauan bahwa kondisi jalan yang gelap dan sepi memudahkan pelaku melakukan tindak kejahatan ini. Setelah berhasil merampas sepeda motor, mereka langsung kabur. Perampasan itu sangat cepat. Dan Krisnatama yang kemudian berbegas ke Klinik 24 jam untuk memeriksakan luka gores pada tangannya. Sampai berita diturunkan bahwa belum ada tindak lanjutan dari kepolisian.( Andu Nicolas )

Sunday, 15 April 2012

JALAN-JALAN

Jalan-jalan di Pasar Burung. Semarang-Jateng. Akhir pekan memang waktu yang paling cocok untuk refreshing atau menyegarkan kembali semangat kerja, setelah penat dengan rutinitas kerja sehari-hari. Memasuki akhir pekan, kawasan sepanjang jalan Kartini begitu ramai. Pasalnya, tiap hari para pedagang binatang peliharaan, itu memadati median serta bahu Jalan Kartini yang lokasinya tak jauh dari Pasar Burung Karimata Semarang. Jika Anda suka jalan-jalan kenapa tidak coba bertandang ke sekitar Jalan Kartini, Semarang Timur. Di situ ada ruang publik yang dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berjualan binatang peliharaan. Jenis binatang yang diperdagangkan, pun beraneka ragam di antaranya, burung, ikan hias, anjing, kucing, ayam, kelinci, hamster, hingga ular yang tergolong hewan buas. Umumnya, masyarakat yang bertandang ke tempat itu adalah penggemar hewan peliharaan. Agus umur 39 tahun, misalnya. Hampir tiap akhir pekan, warga Penjaringan, Kecamatan Mijen Semarang, itu tidak pernah absen berkunjung ke lokasi tersebut Soal harga, jenis binatang itu sendiri. Yang paling rumah dipatok seharga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per ekor, seperti burung emprit atau hamster. Meski begitu, ada juga beberapa jenis burung atau binatang lain yang harganya mencapai jutaan rupiah, seperti burung cucakrawa,kacer, jalak, kucing, anjing, dan ular. Menurut investigasi di lapangan, selain warga Semarang, banyak juga pengujung yang berasal dari Solo,Yogyakarta hingga Pontianak Kalimantan Barat.Bahkan, sesekali ada juga warga dari mancanegara yang datang, seperti dari Malaysia dan India. Sementara itu, Ketua Paguyuban Pesona Pedagang Burung Semarang (P3BS) Wahyudi,hampir setiap hari, lokasi pasar burung di Jalan Kartini Semarang tak pernah sepi pengunjung, Terlebih pada saat akhir pekan mulai Jumat - Minggu. Adapun para pedagang biasanya mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 08.00 sampai pukul 16.30 WIB. (Andu Nicolas ).

DOSEN PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN SWASTA AWASI UN.

Semarang-Jateng. Sedikitnya 2.941 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jateng terlibat dalam pengawasan Ujian Negara (UN) tingkat SLTA ( SMA/ MA/ SMALB/ SMK ), yang berlangsung tanggal 16 sampai 19 April hari ini. Tahun ini diupayakan lebih baik dan jujur dari sisi pelaksanaan , pengawasan dan pemrosesan. Diberlakukannya pakta integeritas kejujuran dalam pelaksanaan UN, yang mewajibkan semua pengawas menandatangani nya, diharapkan bisa menghadirkan UN yang lebih jujur. Dengan pakta integritas, kalau ada kecurangan mereka harus siap bertanggung jawab. Hal itu diungkapkan oleh penanggung jawab UN tingkat SLTA Prof Fakthur Rokhman. Dikatakan pula oleh Fathur bahwa seperti tahun sebelumnya Unnes menjadi koordinator bidang pengawasan UN tingkat SLTA dan memindai ( Scanning) lembar jawaban UN tingkat SLTA se-Jateng. Selain itu, lanjut Fathur, pemrosesan pemindalan ( scanning) lembar jawaban UN di Unnes dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan 180 dosen dan staf khusus menangani scanning. Proses scanning juga menggunakan mesin canggih yang membaca detail image sehingga sangat kecil kemungkinannya lembar jawaban UN tidak terbaca. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menyampaikan UN 2012 pada tingkat SMA di kota Semarang diikuti oleh 22.387 siswa. Jumlah itu sudah masuk daftar nominal tetap ( DNT ) peserta UN dan sudah final. Mereka akan mengikuti UN SMA pada tanggal 16 sampai 19 April hari ini. Ditambahkannya secara khusus Dinas Pendidikan akan memberikan pelayanan pelaksanaan UN khusus bagi para siswa peserta UN yang terjerat masalah hukum. Selama masih terdaftar sebagai peserta UN, di mana pun dia berada, baik di rumah sakit atau di Lembaga Pemasyarakatan ( LP ), tetap akan beri pelayanan UN khusus. Menurut Bunyamin, pada tahun 2012 pihaknya memperketat pelaksanaan UN dibandingkan dengan tahun 2011, yakni pengacakan kode paket soal sehingga siswa tidak mengetahui paket soal apa yang akan dikerjakan. Guru maupun pengawas pun tahunya menjelang detik-detik dimulainya pengerjaan soal, yakni saat pembagian soal. Selain itu, Kepala LP Kelas I Semarang I Nyoman Putra Surya Atmaja, siap memfasilitasi tahanan dan narapidana yang tercatat sebagai peserta UN 2012. Menurut Nyoman, saat ini hanya ada satu narapidana LP Kedungpane Semarang yang terdaftar sebagai siswa peserta UN SMP tahun 2012. Akan siapkan ruangan di dalam LP untuk pelaksanaan UN, juga untuk ruang belajar anak-anak itu, sehingga meskipun di dalam LP, dia tetap bisa mengikuti UN dengan baik. ( Andu Nicolas ).

DAERAH PELOSOK TERPENCIL BELUM MENDAPATKAN ALIRAN LISTRIK.

Semarang-Jateng. Sampai saat ini berita diturunkan bahwa masih banyak masyarakat di daerah pelosok terpencil di wilyah Jawa Tengah yang belum dapat menikmati aliran listrik atau terelekrifikasi.Untuk itu, Komisi D DPRD Proprov Jateng kini telah mengajukan Raperda Ketenagalistrikan guna pemenuhan kebutuhan listrik tersebut. Kalau melihat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada tahun 2013, target elektrifikasi di Jateng harus mencapai 85 persen Dengan adanya raperda dan undang-undang itu, berharap bisa lebih karena di Jateng punya banyak potensi mulai dari panas bumi, mikro hidro ( tenaga air ) dan lainnnya. Hal itu dijelaskan oleh anggauta Komisi D DPRD Proprov Jateng Hadi Santoso. Dikatan pula oleh Hadi Santoso raperda inisiatif itu mengacu UU No 30/2009 tentang ketenagalistrikan yang memberi kewenangan kepada pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri. Hadi menilai hal itu dapat dilakukan karena Jateng sendiri memiliki banyak potensi alam yang bisa dipacu untuk menghasilkan sehingga dalam beberapa tahun ke depan tingkat elektrifikasi bisa mencapai 100 persen. Sementara, saat sidang paripurna berlangsung, Pemprov jateng mengaku sangat mendukung pembahasan Raperda Ketenagalistrikan. Dukungan itu didasarkan dengan rasio elektrifikasi di Jateng yang baru mencapai 73,63 persen sehingga masih ada sejumlah keluarga yang belum teraliri listrik Terlebih, dalam Undang-Undang tersebut, pemerintah daerah yang mempunyai potensi tenaga listrik diberi kewenangan untuk mendatangkan investor dan membangun power plant, serta mengatur harga listrik produksi daerah. Dengan adanya kewenangan seperti itu, maka menjadi kesempatan emas bagi Jateng untuk mampu bergerak di bidang energi. Gubenur Jawa Tengah Bibit Waluyo melalui Sekda Provinsi Jateng Hadi Prabowo menyatakan, berdasar hasil pendataan Pemprov, masih ada sekitar 4.406 dusun /dukuh yang belum teralir listrik. Dengan jumlah dusun yang belum teraliri listrik itu, tercatat sekitar 2.033.925 Kepala Keluarga (KK) yang belum menikmati listrik. Dijelaskan pula Bibit bahwa bertambahnya jumlah penduduk yang tinggal di pelosok pedesaan berdampak pada tingginya pemenuhan kebutuhan listrik. ( Andu Nicolas )

BADAN KEHORMATAN CUMA DIAM.

Semarang-Jateng. Meski kerap tidak hadir dalam sidang paripurna, namun Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng hanya diam terhadap sikap dua pimpinan dewan, yakni Ketua DPRD Murdoko dan Wakil Ketua DPRD Jateng Reza Kurniawan. Hal itu diakui sendiri oleh Wakil Ketua BK DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly. Pada sidang paripurna belum lama ini, hanya dua pimpinan DPRD Jateng yang hadir, yakni Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Fikri Faqih dan Bambang Priyoko.Murdoko sudah jarang ngantor sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Murdoko sebagai tersangka kasus dugaan korupsi APBD Kendal 2003-2004 senilai Rp 3 miliar , saat Murdoko menjabat sebagai anggauta DPRD Kendal periode 1999-2004. Sementara Riza Kurniawan tersangkut kasus dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial ( bansos ) Pemprov Jateng pada 2009 di Kabupaten Magelang, dengan nilai kerugian negara mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Wahyudin mengakui, BK masih belum dapat bersikap terhadap Murdoko dan Reza yang kerap tidak menghadiri sidang. Hal itu dikarenakan mereka hanya tidak hadir dalam tiga kali persidangan, sedangkan batas ketidakhadiran sendiri sebanyak enam kali berturut-turut. Namun, kata Wahyudin , jika kedua pimpinan dewan itu sudah enam kali berturut-turut tidak hadir dalam persidangan, maka BK dapat mengambil tindakan. Tindakan itu sendiri hanya berupa pemberian surat peringatan soal pelanggaran tata tertib (tatib) atau kode etik kedewanan. BK juga tidak dapat langsung menjatuhkan sanksi karena, saat anggauta melakukan pelanggaran, BK tetap merapatkan terlebih dahulu untuk membahas soal pelanggaran yang telah dilakukan. Setelah itu, hasil rapat hanya berupa rekomendasi yang ditujukan pada pimpinan fraksi masing-masing untuk menjatuhkan sanksi. Ditambahkannya pula, meski ada anggauta dewan yang kini berstatus sebagai tersangka dalam kasus hukum, BK tidak dapat berbuat banyak. Karena, hal tersebut lebih pada kewenangan aparat hukum. Berhenti atau tidaknya jabatan sebagai anggauta dewan ditentukan di internal masing-masing partai, apakah anggauta dewan itu akan di PAW ( pergantian antar waktu ) atau tidak.. Senada dengan pernyataan itu, mantan Ketua KPU jateng Ida Budhiati mengatakan KPU pun masih belum bisa menetapkan soal penonaktifan kepada anggauta dewan yang tersangkut kasus hukum. Pasalnya, persoalan anggauta dewan sangat erat kaitannya dengan urusan partai. Menurut Ida Budhiati kalau anggauta DPRD Jateng kena kasus hukum, maka tidak berhak menonaktifkan. Karena hal itub urusan partai. Seperti diketahui, Murdoko kini telah ditetapkan sebagai tersangka KPK karena diduga terlibat melakukan tindak korupsi APBD Kabupaten Kendal tahun 2003-2004 sebesar Rp 3,9 miliar. Sedangkan Reza Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan atas dugaan korupsi Bansos APBD Jateng 2008 sebesar Rp 1,2 miliar di Kabupaten Magelang Jawa Tengah ( Andu Nicolas ).